POSKOTA.CO.ID - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali, 38 tahun, Pendiri Relawan Gerak Bareng, yang meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan pascagempa bumi Magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Almarhum menghembuskan napas terakhir akibat kelelahan berat di tengah medan distribusi bantuan yang ekstrem.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan Helikopter Dauphin milik Basarnas dari lokasi bencana di Kabupaten Manggarai Timur menuju Labuan Bajo, sebelum akhirnya diterbangkan ke rumah duka di Jakarta.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa penjemputan udara bergerak cepat sejak Sabtu pagi untuk menembus jalur darat yang sulit diakses.
Baca Juga: Wisata Desa Waerebo Ditutup Sementara Akibat Gempa NTT, Kapan Dibuka Kembali?
"Pukul 07.04 WITA, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali," ungkap Edy.
Setibanya di Labuan Bajo, jenazah langsung dilarikan ke RSUD Pratama Komodo untuk menjalani proses pemulasaraan serta penanganan medis terakhir.
Selesai pemulasaraan, jenazah dijadwalkan langsung dipulangkan ke Jakarta melalui penerbangan udara.
Sebelumnya, almarhum dilaporkan tumbang karena kelelahan fisik usai menempuh perjalanan panjang pendistribusian logistik.
Baca Juga: Gempa NTT Berkekuatan M6,3 Rusakan 95 Bangunan
Misi tersebut membentang dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, pada Jumat petang, 21 Agustus 2026.
Keluarga besar Kantor SAR Maumere beserta seluruh potensi SAR yang bertugas di NTT menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Ahmad Zaki Ali.
Dedikasi dan kepedulian almarhum di garis depan bencana menjadi catatan sejarah penting dalam aksi kemanusiaan di Tanah Air.
