Terseret Isu Inisial EJR di Medsos, Kuasa Hukum El Rumi Buka Suara

Jumat 21 Agu 2026, 15:24 WIB
Potret El Rumi. (Sumber: Instagram)
Potret El Rumi. (Sumber: Instagram)

POSKOTA.CO.ID - Pihak El Rumi akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait isu dugaan pelecehan seksual berinisial EJR yang belakangan beredar di media sosial.

Melalui kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian, publik diminta untuk bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur yang disebarkan oleh akun anonim tanpa dasar hukum yang jelas.

Ia menegaskan bahwa tuduhan yang mengaitkan sosok EJR dengan kliennya belum dapat dipertanggungjawabkan.

Selain identitas pemilik akun yang tersembunyi, narasi yang dibangun di media sosial dinilai masih kabur, baik dari segi kronologi maupun keterlibatan pihak-pihak di dalamnya.

Baca Juga: Sosok Artis Inisal EJR dan NB Siapa? Dituding dalam Curhatan Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Threads

Aldwin menambahkan, klaim mengenai peristiwa yang disebut-sebut terjadi beberapa tahun lalu itu tidak memiliki konteks yang padat dan logis.  Menurutnya, tidak beralasan mengaitkan aktivitas atau pertemanan masa lalu seseorang dengan tuduhan yang tak berdasar.

"Maksud saya kan belum bisa dipertanggungjawabkan, apalagi inisialnya EJR, segala macam. Meskipun ini disampaikan dari akun anonim, masih belum jelas semua," ujar Aldwin saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Tim Hukum Pantau Perkembangan dan Siapkan Langkah Antisipasi

Sebagai langkah pencegahan, tim hukum Ahmad Dhani dan El Rumi menyatakan terus memantau pergerakan isu ini secara intensif di media sosial sambil mengumpulkan fakta-fakta lapangan.

Aldwin menyebut penunjukannya sebagai kuasa hukum merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi fitnah yang dapat merugikan nama baik kliennya.

Baca Juga: Artis Inisial EJR Anak Siapa?Viral Dituding Lakukan Pelecehan Seksual

"Semua bukti dan lain sebagainya tentu kita monitor. Sejauh ini memang tidak ada kepastian, siapa akun anonim ini dan atas nama siapa," lanjutnya.

Lebih lanjut, pihak El Rumi memberikan peringatan terbuka bagi siapa saja yang berniat mendiskreditkan atau memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu, termasuk dugaan pemerasan.

"Modus niat jahat untuk mendiskreditkan, memfitnah, apalagi jika ada dugaan pemerasan, saya warning untuk hati-hati. Karena hal tersebut akan berbalik kepada yang bersangkutan," tegas Aldwin.


Berita Terkait


News Update