Pihaknya mengklaim EJR menghembuskan asap vape ke arah mulutnya dan meminta dirinya menghirup asap tersebut.
Pengunggah kemudian menyebut dirinya baru mengetahui bahwa vape yang digunakan diduga mengandung THC.
"Pelaku mengatakan akan mengantar saya pulang. Namun di perjalanan, pelaku justru meniupkan asap vape berulang kali ke arah mulut saya dan menyuruh saya untuk menghirupnya sampai saya batuk-batuk yang pada saat itu saya tidak tau bahwa vape tersebut mengandung THC.
Untuk yang tidak tahu apa itu THC, THC adalah singkatan dari tetrahydrocannabinol, yaitu senyawa psikoaktif utama dalam tanaman cannabis/ganja. THC dapat memengaruhi fungsi otak dan kesadaran, misalnya menyebabkan:
mengantuk atau sangat lemas
perubahan persepsi dan koordinasi
sulit berpikir atau berkonsentrasi
gangguan ingatan
pada dosis tertentu, kebingungan atau penurunan kemampuan mengendalikan diri
Setelah itu, kondisi saya berubah drastis," tandasnya.
Ia pun mengaku merasa mual, lemas, mengantuk, serta mengalami kondisi yang membuatnya merasa tidak dapat mengendalikan tubuh secara normal.
Dalam kondisi yang disebutnya belum sepenuhnya pulih, pengunggah mengatakan dirinya memilih untuk pulang karena orangtuanya mencari keberadaannya.
