Ia mengaku masih menyimpan percakapan tersebut. Namun, isi percakapan secara lengkap belum dipublikasikan sehingga belum dapat diverifikasi.
Mengaku Ada Tindakan Seksual Tanpa Persetujuan
Bagian paling serius dalam unggahan tersebut adalah pengakuan mengenai dugaan tindakan seksual. Perempuan itu menyebut dirinya berada dalam kondisi tidak mampu mengendalikan tubuh ketika tindakan tersebut diduga terjadi.
“Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan,” tulisnya.
Ia juga mengatakan memiliki sejumlah hal yang dianggap sebagai bukti, termasuk percakapan dengan NB serta kondisi dirinya yang diketahui orang tua ketika pulang.
Baca Juga: Lansia 80 Tahun Tewas Tertabrak KRL di Tebet, Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Terganggu
Memberi Waktu Tujuh Hari
Pemilik akun mengaku telah mencoba menghubungi EJR melalui WhatsApp, tetapi belum memperoleh respons. Ia kemudian memberikan waktu tujuh hari untuk mendapatkan tanggapan.
Beberapa hal yang disebutnya masih disimpan antara lain:
- Percakapan dengan NB setelah kejadian.
- Informasi dari orang tua yang melihat kondisinya saat pulang.
- Foto kebersamaan dirinya dengan EJR dan NB sebelum kejadian.
- Komunikasi yang disebut pernah dikirim kepada EJR.
- Ia menegaskan bahwa tujuan unggahannya bukan sekadar memperoleh permintaan maaf.
“Saya butuh keadilan dan pelaku mendapat balasan yang setimpal,” tulisnya.
Belum Ada Konfirmasi dari Pihak yang Disebut
Sampai tulisan ini dibuat, dugaan pelecehan seksual tersebut masih berdasarkan pengakuan pemilik akun Threads. Identitas EJR dan NB juga belum dikonfirmasi secara resmi berdasarkan informasi yang tersedia dalam unggahan tersebut.
Karena itu, tuduhan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti. Respons dari pihak yang disebut maupun keterangan dari aparat penegak hukum akan menjadi bagian penting untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.
