POSKOTA.CO.ID - Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memasuki babak baru. Setelah persoalan hak asuh dan biaya kebutuhan anak menjadi bagian dari perkara yang mereka hadapi, kini muncul pembahasan mengenai audit kesehatan Ruben Onsu.
Permintaan itu disampaikan kuasa hukum Sarwendah sebagai respons atas wacana audit terhadap dana yang diberikan Ruben untuk kebutuhan anak.
Bagi pihak Sarwendah, persoalan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan orang tua juga dinilai relevan ketika menyangkut keamanan anak.
Baca Juga: Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Ini Kasus yang Menjeratnya
Audit Dana Anak Berbalas Permintaan Pemeriksaan Kesehatan
Kuasa hukum Sarwendah menyatakan pihaknya tidak keberatan jika penggunaan dana pemeliharaan dan pendidikan anak diperiksa. Namun, jika audit tersebut benar-benar diminta, mereka juga mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan terhadap Ruben.
“Kalau dia memang mau meminta audit nafkah atau biaya pemeliharaan dan pendidikan itu kita juga minta audit kesehatan terhadap klien Bang Minola (Ruben),” ujar kuasa hukum Sarwendah dalam tayangan YouTube yang dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut pihak Sarwendah, dana yang selama ini diberikan Ruben tidak semata-mata merupakan nafkah. Ada biaya pemeliharaan dan pendidikan anak yang masuk dalam perhitungan.
“Jadi bukan nafkah. Nafkah itu hanya satu item yang ada di situ,” jelasnya.
Pihak Sarwendah juga menyebut memiliki bukti penggunaan dana tersebut. Beberapa kebutuhan anak, menurut penjelasan kuasa hukum, terlebih dahulu dibayarkan oleh Sarwendah sebelum kemudian diajukan untuk mendapatkan penggantian.
“Klien kami nggak ada masalah karena semua buktinya ada,” katanya.
Ruben Onsu Pernah Jalani Pemeriksaan Laboratorium
Pembahasan mengenai kesehatan Ruben sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, muncul isu di media sosial setelah potongan percakapan Ruben dalam sebuah podcast menjadi perhatian publik.
Percakapan mengenai konsumsi obat kemudian dikaitkan sebagian pihak dengan penyakit tertentu. Namun, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, telah membantah anggapan tersebut.
Minola mengatakan Ruben justru telah menjalani pemeriksaan laboratorium pada 25 Juli 2026, sebelum isu tersebut ramai diperbincangkan.
“Jadi bukan setelah ini naik, terus buru-buru melakukan pengecekan. Pemeriksaan itu dilakukan pada tanggal 25 Juli,” kata Minola.
Ia juga memperlihatkan hasil pemeriksaan yang disebut menunjukkan status nonreaktif.
“Ini hasil daripada pemeriksaan itu. HIV... non reaktif,” ujarnya.
Dengan demikian, isu kesehatan Ruben masih berada dalam konteks pernyataan dan bantahan dari masing-masing pihak. Tidak tepat jika pembahasan tersebut langsung dianggap sebagai kesimpulan medis tanpa pemeriksaan atau keterangan resmi yang mendukung.
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Berakhir Buntu
Polemik audit ini muncul ketika proses hukum antara Ruben dan Sarwendah belum menemukan titik temu. Upaya mediasi yang berlangsung sekitar 30 hari akhirnya dinyatakan gagal.
Kuasa hukum Sarwendah menyebut kedua pihak sudah berusaha mencapai kesepakatan, tetapi tetap mempertahankan pandangan masing-masing.
“Sudah diupayakan semaksimal mungkin oleh mediator dan para pihak sudah berusaha namun dinyatakan gagal,” ujarnya.
Poin yang Masih Menjadi Persoalan
- Hak asuh anak menjadi salah satu isu utama dalam perkara.
- Akses Ruben untuk bertemu anak-anak juga masih menjadi bagian dari pembahasan.
- Biaya pemeliharaan dan pendidikan anak dipersoalkan dalam konteks penggunaan dana.
- Kondisi kesehatan orang tua kini ikut disinggung oleh pihak Sarwendah.
- Mediasi yang gagal membuat perkara berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara.
Baca Juga: Atasi Kemacetan, Underpass Dustira Cimahi Dibuka Dua Arah
Perkara Berlanjut ke Pokok Persoalan
Gagalnya mediasi membuat perselisihan Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki tahap pemeriksaan pokok perkara. Artinya, berbagai persoalan yang belum menemukan kesepakatan akan dibawa lebih jauh melalui proses hukum.
Permintaan audit kesehatan Ruben Onsu pun perlu dilihat sebagai bagian dari dinamika perkara, bukan sebagai kesimpulan mengenai kondisi medis seseorang. Terlebih, isu kesehatan sebelumnya juga sempat dibantah oleh pihak Ruben dengan menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Pada akhirnya, persoalan utama tetap berada pada kepentingan anak. Hak asuh, pertemuan dengan orang tua, serta pemenuhan kebutuhan pemeliharaan dan pendidikan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses hukum yang masih berjalan.
