“Namanya daerah 3T tentunya memiliki segala keterbatasan,baik di bidang infrastruktur, kondisi geografis yang sulit,belum lagi tingkat kesejahteraan yang relatif rendah, tertinggal dari daerah lain,” ujar Yudi.
“Bukankah daerah 3T selama ini sudah menjadi prioritas program MBG?” tanya Heri.
“Daerah 3T memang sudah menjadi bagian dari program MBG,tetapi ke depan semakin menjadi prioritas. Target utamanya 3T, kemudian meluas ke daerah sekitarnya,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Safari Politik Uji Respons Publik
“Dengan menjalankan program secara seragam di semua daerah, maka dimungkinkan anggaran MBG terserap pada daerah yang memiliki kemampuan ekonomi, status sosial dan akses pangan lebih baik,” jelas mas Bro.
‘Sekolah elite, dengan siswanya anak-anak dari keluarga berkemampuan lebih, sebaiknya tidak menjadi target program MBG,” kata Heri.
“Setidaknya sekolah dengan mayoritas keluarga tidak mampu atau kurang mampu menjadi prioritas. Sepertinya status sekolah seperti ini jumlahnya cukup besar, ada di mana-mana baik di kota-kota, pinggiran maupun pedesaan,” jelas mas Bro.
“Dengan begitu tepat sasaran tak hanya siswa sekolah penerima program, anggaran MBG pun makin tepat sasaran. Tapi ini semua adalah masukan, soal eksekusinya ada di tangan pengelola program,” kata Yudi.
