VinFast Kebut Ekosistem E-Scooter, Siap Ramaikan Pasar Indonesia

Jumat 14 Agu 2026, 15:00 WIB
VinFast juga mempercepat pembangunan ekosistem pendukung untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. (Sumber: VinFast Indonesia)
VinFast juga mempercepat pembangunan ekosistem pendukung untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. (Sumber: VinFast Indonesia)

Baca Juga: Motor Listrik VinFast Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Harga Evo, Feliz II, dan Viper

Gabungkan Pengisian Rumah dan Battery Swapping

VinFast tidak hanya mengandalkan harga sebagai strategi utamanya. Perusahaan juga menilai konsumen semakin mempertimbangkan kemudahan penggunaan, efisiensi, dan total biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, VinFast menyiapkan model pengisian baterai hibrida. Model ini menggabungkan pengisian daya di rumah dengan sistem battery swapping.

Melalui battery swapping, pengguna dapat menukar baterai yang telah habis dengan baterai terisi tanpa menunggu proses pengisian berlangsung. Jaringan penukaran baterai akan dikembangkan bersama V-Green. Sejumlah stasiun percontohan mulai disiapkan di Jakarta menjelang peluncuran resmi produk.

Beralih dari CBU ke CKD

Pabrik Vinfast di Indonesia (Sumber: Vinfast Indonesia)

Pabrik utama kendaraan listrik VinFast di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Fasilitas ini disiapkan untuk merakit mobil dan motor listrik (e-scooter) secara lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD). Foto: Vinfast

Pada fase awal, e-scooter VinFast akan dipasarkan menggunakan skema Completely Built-Up (CBU). Selanjutnya, perusahaan menargetkan peralihan ke perakitan lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD) pada 2027.

“Pada tahap awal, daya saing kami dibangun melalui efisiensi operasional dan pengelolaan rantai berskala besar,” ujar Yordan.

Ia menambahkan, peningkatan tingkat lokalisasi akan memperkuat struktur biaya dan kemandirian rantai pasok VinFast di Indonesia.

Tantangan Adopsi Motor Listrik

Meski memiliki potensi pasar yang besar, transisi dari motor bensin ke motor listrik masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketersediaan infrastruktur, harga kendaraan, akses baterai, dan kepercayaan konsumen menjadi faktor penting dalam menentukan kecepatan adopsi.

Dengan strategi pengembangan produk, infrastruktur, dan lokalisasi, VinFast berupaya menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar ekspansi, tetapi juga sebagai salah satu basis pertumbuhan mobilitas listrik di Asia Tenggara.


Berita Terkait


News Update