"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulis unggahan Instagram The Sounds Project.
Selain itu, pihak penyelenggara juga menegaskan aksi tersebut dilakukan di luar arahan maupun persetujuan mereka. The Sounds Project juga telah memberikan teguran kepada sponsor yang bersangkutan dan meminta persoalan tersebut segera diselesaikan.
"Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas," tuturnya.
Selain meminta pertanggungjawaban pihak sponsor, The Sounds Project menyatakan akan mengawal penanganan insiden tersebut. Penyelenggara juga akan menelusuri pihak-pihak yang terlibat langsung serta melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
