POSKOTA.CO.ID - Vokalis sekaligus gitaris grup rock asal Australia, JET Nic Cester mendadak menjadi perhatian usai artis Aldi Taher secara spontan naik ke atas panggung dan memeluknya ketika sedang tampil.
Insiden tersebut terjadi ketika JET tampil di panggung The Sounds Project 2026 di kawasan Ecopark Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Kejadian tersebut bermula ketika Aldi Taher baru tiba di kawasan Ancol setelah sebelumnya mengisi sebuah acara di GIIAS.
Saat hendak menuju panggung tempatnya dijadwalkan tampil, Aldi melewati bagian belakang panggung utama The Sounds Project.
Pada saat bersamaan, JET tengah tampil dan membawakan sejumlah lagu di hadapan penonton.
Aldi yang mengaku sebagai penggemar musik JET kemudian terbawa suasana hingga memutuskan naik ke atas panggung.
Aldi terlihat menghampiri Nic Cester yang sedang tampil sebagai vokalis sekaligus gitaris JET. Ia kemudian langsung memeluk Nic Cester di tengah pertunjukan.
Aksi tersebut hanya berlangsung singkat. Pihak keamanan panggung kemudian segera menarik Aldi keluar dari area pertunjukan, sementara Nic Cester tetap melanjutkan penampilannya bersama JET.
Momen tersebut direkam oleh sejumlah penonton dan kemudian tersebar di media sosial.
Video yang memperlihatkan Aldi naik ke panggung dan memeluk Nic Cester pun menjadi perbincangan.
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Aldi Taher memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kejadian tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, Aldi meminta maaf secara khusus kepada tim backstage JET.
Dia mengakui bahwa tindakannya terjadi secara spontan dan tidak semestinya dilakukan.
“Astagfirullah, mohon maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman dan semua. Terutama tim backstage perform band JET kemarin. Kalian sudah sangat profesional, rusak gara-gara kebodohan gue,” tulis Aldi Taher, seperti dikutip pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Aldi juga mengakui rasa bahagia dan kagumnya terhadap JET membuat dirinya kehilangan kendali.
Dia bahkan menyebut sendiri tindakannya tersebut sebagai sesuatu yang norak dan berlebihan.
“Asli gue norak banget, dan lebay banget mengekspresikan diri gue,” tulis Aldi lagi.
Menurut Aldi, kejadian tersebut menjadi pengalaman yang dapat dijadikan bahan evaluasi. Ia menyatakan akan berusaha lebih bijak dalam bertindak di kemudian hari.
Aldi menyebut kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga banget buat gw supaya lebih bijak lagi ke depannya.
"Sekali lagi minta maaf ya teman-teman,” jelas Aldi.
Lantas, siapa sebenarnya Nic Cester, sosok yang berada di atas panggung ketika Aldi Taher melakukan aksi tersebut?
Baca Juga: Super League 2026/2027 Kapan Mulai? Big Match Persija vs Persib di Pekan Kedua
Nic Cester Siapa?
Nic Cester merupakan musisi asal Australia yang dikenal luas sebagai vokalis sekaligus gitaris grup rock JET.
Nama lengkapnya adalah Nicholas John Cester. Ia lahir pada 6 Juli 1979 dan tumbuh besar di Melbourne, Australia.
Dilansir dari Wikipedia, Cester merupakan anak tertua dari empat bersaudara.
Dia lahir dari ibu keturunan Skotlandia dan ayah Australia berdarah Italia bernama John.
Keluarga dari garis ayahnya berasal dari wilayah Treviso dan Pordenone, Italia.
Cester menempuh pendidikan di St Bede's College di Mentone, Victoria. Dalam perjalanan musiknya, The Beatles disebut menjadi salah satu pengaruh musik terbesarnya.
Ketertarikannya terhadap gitar juga memiliki cerita tersendiri. Cester memutuskan untuk mempelajari gitar setelah melihat pamannya memainkan lagu "Blackbird".
Perjalanan Nic Cester bersama JET dimulai sejak masa sekolah. Pada 1996, Cester bersama Cameron Muncey membentuk sebuah band ketika masih duduk di bangku sekolah menengah.
Formasi JET kemudian berkembang dengan Cester sebagai vokalis dan gitaris, Chris Cester sebagai drummer, perkusi, sekaligus vokal, Cameron Muncey sebagai gitaris utama dan vokal, serta Mark Wilson yang memainkan bass, piano, dan vokal.
Sebelum JET dikenal secara luas, para personelnya harus melewati masa awal dengan tampil di berbagai klub dan tempat pertunjukan.
Saat itu, Nic Cester juga sempat bekerja di sebuah pabrik lokal sebagai operator forklift.
Baca Juga: Pasar HP Android di Indonesia Bergeser, Konsumen Kini Lebih Memilih Performa daripada Nama Besar
JET kemudian rutin tampil di berbagai tempat, termasuk The Duke of Windsor Hotel di Chapel Street, Windsor.
Penampilan mereka menarik perhatian Dave Powell dari Majorbox Music yang kemudian memutuskan untuk menjadi manajer grup tersebut.
Perjalanan JET semakin terbuka setelah grup ini mendapatkan kontrak dengan label Elektra.
Single perdana mereka, "Take It Or Leave It", disebut menjadi salah satu karya yang mengantarkan nama JET semakin dikenal.
Selain aktivitas bersama JET, Nic Cester juga terlibat dalam berbagai proyek musik lainnya. Ia menjadi salah satu pendiri supergrup The Wrights.
Cester juga pernah tampil dalam sejumlah proyek dan pertunjukan musik bersama musisi Australia lainnya.
Pada 31 Oktober 2007, misalnya, ia tampil bersama Powderfinger dan Missy Higgins dalam Concert for a Cure, sebuah acara yang berkaitan dengan penggalangan perhatian terhadap kanker payudara.
Pada Februari 2009, Cester turut tampil dalam perayaan 50 tahun berdirinya Melbourne's Myer Music Bowl dengan membawakan lagu Paul McCartney, "Maybe I'm Amazed".
Karier Nic Cester juga mempertemukannya dengan sejumlah nama besar dalam dunia musik internasional.
Pada 22 Januari 2010, Cester membawakan lagu AC/DC, "Back in Black", bersama grup rock Inggris Muse dalam gelaran Big Day Out.
Kemudian, dia kembali membawakan lagu tersebut bersama Muse dalam penampilan di San Siro, Milan.
Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai vokalis JET, Nic Cester juga mengembangkan kariernya sebagai solois.
Pada November 2017, ia merilis album solo pertamanya yang berjudul Sugar Rush.
Album tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan musikal Cester di luar aktivitasnya bersama JET.
Tak hanya itu, sejak 2017 Cester juga menjadi salah satu vokalis utama The Jaded Hearts Club.
Proyek tersebut mempertemukan Cester dengan sejumlah musisi lain dalam sebuah supergrup yang membawakan musik dengan pengaruh kuat dari era rock klasik.
Lalu, pada 2020, Cester merilis dua single bersama The Jaded Hearts Club. Pada 2 Oktober 2020, grup tersebut kemudian merilis album You've Always Been Here.
