Sangun menjelaskan, siaran langsung yang dilakukan Bigmo selama ini berlangsung secara spontan tanpa menggunakan naskah atau script. Menurutnya, Bigmo sudah beberapa kali melakukan livestream di berbagai lokasi.
"Livestreaming Mo ini sendiri kan sudah berjalan beberapa kali, ini bukan yang pertama. Dalam livestreaming tersebut selalu spontan, tidak pernah ada yang namanya script," beber Sangun.
Dia mencontohkan salah satu livestream Bigmo yang dilakukan di sebuah pasar. Lokasi tersebut, menurut Sangun, dipilih secara spontan karena dianggap ramai dan menarik untuk dijadikan tempat berinteraksi dengan masyarakat.
Baca Juga: Usia Resbobb Berapa dan Kerja Apa? Ini Sosok Kakak Kandung Bigmo yang Hina Suku Sunda dan Persib
Dalam kondisi tersebut, Bigmo disebut berinteraksi langsung dengan orang-orang yang berada di sekitar lokasi.
Sangun juga membantah adanya niat sejak awal dari Bigmo untuk melibatkan anak dalam konten tersebut.
Menurut dia, keberadaan anak-anak dalam siaran langsung yang menjadi polemik terjadi secara spontan ketika Bigmo berada di lokasi bersama dua rekannya.
"Ya mungkin pada kejadian yang kemarin sempat ramai itu dengan menyebut salah satu brand itu ya spontan aja, tidak ada niatan Mo sama sekali dari awal untuk dalam tanda kutip mengeksploitasi anak," jelas Sangun.
Baca Juga: Siapa Ayah Resbobb dan Bigmo Jannah? Ternyata Pernah Jadi Tersangka Karena Terjerat Kasus Ini
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai penjelasan dari pihak Bigmo mengenai bagaimana anak-anak bisa muncul dalam livestream yang kemudian menjadi perhatian publik.
Kasus Bigmo jadi Perhatian Pemerintah
Kasus dugaan pelibatan anak dalam promosi liquid vape mencuat setelah potongan siaran langsung Bigmo di YouTube beredar dan menuai kecaman publik.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya mengirimkan Surat Teguran Pertama kepada YouTube terkait temuan siaran langsung yang menampilkan promosi rokok elektronik dengan melibatkan anak-anak.
