POSKOTA.CO.ID - Persija Jakarta belum menutup aktivitasnya di bursa transfer jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Meski telah menjalani rangkaian persiapan dan tampil di Piala Presiden 2026, manajemen Macan Kemayoran masih membuka peluang mendatangkan dua hingga tiga pemain baru.
Situasi ini menunjukkan bahwa hasil evaluasi pramusim belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tim pelatih. Alih-alih sekadar menambah jumlah pemain, Persija ingin memastikan setiap rekrutan benar-benar mampu mengisi kebutuhan tim dan meningkatkan kualitas skuad secara menyeluruh.
Di balik rencana tersebut, peran pelatih kepala Shin Tae-yong disebut sangat dominan. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dikabarkan menjadi sosok yang menentukan profil pemain yang akan direkrut sesuai dengan kebutuhan taktik yang tengah dibangun.
Tambahan pemain harus sesuai kebutuhan tim, bukan hanya untuk melengkapi kuota skuad.
Baca Juga: Ungkap Penyebab Kematian Sutrimo, Polis Jadwalkan Ekshumasi 12 Agustus 2026
Piala Presiden 2026 Jadi Bahan Evaluasi Tim Pelatih
Piala Presiden 2026 menjadi momentum penting bagi Persija untuk mengukur kesiapan tim sebelum kompetisi resmi dimulai. Ajang pramusim itu dimanfaatkan sebagai ruang eksperimen, mulai dari mencoba berbagai formasi hingga memberi kesempatan bermain kepada sejumlah pemain.
Dari rangkaian pertandingan tersebut, tim pelatih memperoleh gambaran mengenai sektor yang masih perlu diperkuat. Evaluasi seperti ini menjadi proses yang lumrah dilakukan klub-klub sebelum memasuki musim kompetisi yang sesungguhnya.
Selain kualitas permainan, Persija juga mempertimbangkan faktor lain yang kerap muncul sepanjang musim, seperti cedera pemain, akumulasi kartu, hingga kemungkinan pemain dipanggil membela tim nasional. Karena itu, kedalaman skuad menjadi salah satu aspek yang dinilai penting.
Shin Tae-yong Ingin Rekrutan Sesuai Sistem Permainan
Berbeda dengan perekrutan yang hanya berorientasi pada nama besar, Shin Tae-yong disebut lebih mengutamakan kecocokan pemain dengan filosofi bermain yang diterapkannya.
Pelatih asal Korea Selatan itu telah mengamati kemampuan setiap pemain sejak latihan hingga pertandingan pramusim. Dari hasil pengamatan tersebut, ia diyakini telah memiliki gambaran mengenai karakter pemain yang dibutuhkan.
Menariknya, proses pencarian pemain dilakukan cukup tertutup. Identitas calon rekrutan belum banyak diketahui publik sehingga spekulasi yang beredar di media sosial belum bisa dijadikan acuan.
