Hidung tersumbat atau berair.
Tenggorokan kering dan terasa gatal.
Batuk berkepanjangan.
Sakit kepala.
Sesak napas atau napas terasa berat.
Pada penderita asma, bronkitis, maupun penyakit paru kronis (PPOK), gejala tersebut dapat berkembang menjadi lebih berat. Jika muncul sesak napas hebat, nyeri dada, atau kesulitan bernapas, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Cara Mengurangi Risiko Paparan Asap Karhutla
Selama kebakaran masih berlangsung, masyarakat di sekitar wilayah terdampak dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk melindungi kesehatan.
1. Kurangi aktivitas di luar ruangan
Batasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara dipenuhi asap. Aktivitas fisik berat membuat tubuh menghirup udara lebih banyak sehingga paparan polutan juga meningkat.
2. Gunakan masker yang sesuai
Apabila harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dan pastikan masker menutupi hidung serta mulut dengan rapat.
3. Lindungi kelompok rentan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis sebaiknya tetap berada di dalam ruangan selama kualitas udara belum membaik.
4. Perbanyak minum air putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan akibat paparan asap.
Baca Juga: Bigmo Penuhi Panggilan Polisi soal Kasus Promosi Vape, Irit Bicara ke Media
