Bukan Sekadar Sponsorship, Bank Jakarta Siapkan Pengalaman Baru untuk The Jakmania

Senin 10 Agu 2026, 23:19 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung menilai kolaborasi antara Bank Jakarta dan Persija dapat memperkuat ekosistem klub. (Sumber: Dok. Istimewa)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung menilai kolaborasi antara Bank Jakarta dan Persija dapat memperkuat ekosistem klub. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kolaborasi Bank Jakarta dengan Persija tidak berhenti pada kehadiran logo di jersey tim berjuluk Macan Kemayoran. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempertemukan ekosistem sepak bola, komunitas suporter, layanan keuangan, hingga teknologi dalam sebuah pengalaman yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menilai kolaborasi antara Bank Jakarta dan Persija dapat memperkuat ekosistem yang terbentuk di sekitar klub. Sinergi tersebut, menurutnya, dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin kuat antara Persija, masyarakat, dan Jakarta.

Pada saat bersamaan, Pemprov Jakarta juga membuka peluang lebih luas bagi ibu kota untuk berkembang sebagai destinasi sport tourism. Pertandingan sepak bola dan berbagai cabang olahraga lainnya diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar Jakarta untuk datang dan menikmati berbagai fasilitas kota.

“Pertandingan sepak bola, olahraga yang lainnya kami membuka diri untuk itu. Termasuk konser-konser yang dulunya mungkin belum bersedia main di Jakarta. Sekarang ini apakah di GBK, di JIS atau di tempat lain kami membuka diri dan kami memberikan kemudahan terhadap berbagai hal tersebut," kata Pramono saat menghadiri acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick Off dan Launching New Website Bank Jakarta di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca Juga: Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta

Ia berharap seluruh persiapan tersebut membuat Persija dapat menjalani pertandingan dengan dukungan fasilitas yang semakin baik, sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman bagi penonton.

“Dengan begitu saya betul-betul ingin Persija merasakan pertandingan dengan rasa aman, nyaman dan merasa mempunyai kebanggaan bahwa pertandingan untuk Jakarta adalah pertandingan untuk dirinya dan juga pertandingan untuk keluarganya," ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov Jakarta terus menyiapkan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, sebagai kandang utama Persija Jakarta dengan membenahi sejumlah akses pendukung menuju stadion. Pramono mengatakan, kesiapan JIS sebagai markas Persija menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan dukungan yang lebih optimal bagi klub kebanggaan masyarakat Jakarta.

Ia mengaku akan berkoordinasi bersama manajemen Persija, Jakmania, dan jajaran Pemprov Jakarta untuk membicarakan pengaturan penggunaan stadion. Ia berharap tidak ada lagi persoalan penggunaan JIS yang membuat Persija harus berbagi jadwal dengan agenda lain, terutama ketika klub sedang menjalani pertandingan yang dinilai penting.

Baca Juga: Bank Jakarta jadi Energi Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia

Bagi Pramono, dukungan pemerintah terhadap Persija bukan semata-mata mengenai penyediaan stadion. Kehadiran klub tersebut dinilai memiliki kaitan erat dengan kebanggaan masyarakat terhadap kotanya.

"Bagi saya, salah satu hal untuk membangun Jakarta ini adalah membangun kebanggaan, dan Persija ini sudah menjadi salah satu kebanggaan warga Jakarta," ucapnya.

Pramono menjelaskan, pembenahan akses transportasi juga menjadi salah satu perhatian pemerintah agar masyarakat lebih mudah mencapai JIS saat menyaksikan pertandingan Persija.

Saat ini, kata dia, layanan kereta rel listrik (KRL) telah tersedia dengan pemberhentian di JIS meski fasilitasnya masih menggunakan satu peron. Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas tersebut dalam waktu dekat.

Selain transportasi publik, pengaturan kantong parkir juga disiapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar stadion. Pemerintah akan mendorong penonton memanfaatkan kawasan Ancol sebagai lokasi parkir ketika datang menyaksikan pertandingan di JIS.

Pramono menyebut, kebijakan tersebut akan dibuat lebih sederhana bagi masyarakat. Penonton yang menggunakan area parkir Ancol untuk menyaksikan pertandingan Persija tidak perlu dikenakan biaya masuk kawasan seperti biasanya, melainkan cukup membayar tarif parkir.

"Saya sudah minta kepada JIS maupun kepada Ancol untuk itu yang diperlakukan. Sehingga orang betul-betul akan memanfaatkan parkir di Ancol semaksimal mungkin," tuturnya.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo mengatakan, kolaborasi dengan Persija memiliki kedekatan tersendiri karena kedua entitas tersebut sama-sama membawa identitas Jakarta. Menurutnya, Bank Jakarta melihat Persija bukan hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem masyarakat Jakarta yang memiliki basis komunitas dan dukungan suporter yang kuat.

Oleh karena tiu, kerja sama yang dibangun diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang menghadirkan manfaat konkret bagi keluarga besar Persija dan The Jakmania. Bank Jakarta ingin menghubungkan layanan keuangan dan teknologi yang dimilikinya dengan komunitas serta aktivitas yang berkembang di sekitar Persija.

"Karena itu bagi kami kerjasama ini bukan sekadar sponsorship Bukan hanya soal luku Bank Jakarta di jersi Persija Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta Persija dengan sepak bola Komunitas dan passion yang luar biasa yaitu The Jakmania Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi dan ekosistem kota yang kami layani," kata dia.

Ia mengatakan, arah kolaborasi tersebut akan dikembangkan dari sekadar dukungan komersial menjadi kemitraan yang memberikan pengalaman baru. Program yang disiapkan diharapkan dapat memberikan benefit yang relevan bagi para pendukung Persija sekaligus memperluas interaksi Bank Jakarta dengan masyarakat.

Musim kompetisi kali ini juga menjadi babak baru bagi Persija dengan hadirnya sejumlah pemain baru serta Shin Tae-yong sebagai pelatih. Kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu turut menjadi perhatian Agus karena rekam jejaknya bersama tim nasional Indonesia.

Agus melihat terdapat kesamaan semangat antara pendekatan Shin Tae-yong dalam membangun permainan tim dengan transformasi yang tengah dijalankan Bank Jakarta.

Bagi Bank Jakarta, kecepatan mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, keberanian melihat peluang, dan kekompakan organisasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat.

"Dan ternyata itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta, kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang. Kemudian yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim Jadi mudah-mudahan musim ini bukan hanya Persija yang naik kelas," ujar dia.

Di tengah penguatan kolaborasi dengan Persija, Bank Jakarta juga memperkenalkan wajah digital barunya melalui situs BankJakarta.co.id. Kehadiran laman tersebut menjadi bagian dari pembaruan pengalaman digital yang ingin diberikan kepada masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat mengenal layanan digital perusahaan melalui situs BankDKI.co.id. Pergantian identitas digital tersebut kini diikuti dengan upaya menghadirkan tampilan dan pengalaman penggunaan yang lebih sesuai dengan arah transformasi Bank Jakarta.

Agus menilai perubahan tersebut bukan semata-mata mengenai nama maupun alamat situs. Lebih jauh, pembaruan itu menjadi bagian dari upaya membangun layanan perbankan yang lebih mudah digunakan dan semakin dekat dengan kebutuhan nasabah.

“Saya tidak ingin terlalu banyak menceritakan website baru ini, karena digital experience harusnya dirasakan bukan diceritakan. Jadi kepada teman-teman media dan The Jakmania yang seluruhnya hadir, silakan buka BankJakarta.co.id dari handphone masing-masing Explore it, try it, feel the difference," tuturnya.

Menurut Agus, proses transformasi tidak dapat berhenti pada peluncuran satu produk atau pembaruan satu kanal layanan. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan berdasarkan pengalaman masyarakat ketika menggunakan layanan tersebut.

Ia menekankan, masukan dari pengguna menjadi bagian penting dalam perjalanan pembaruan Bank Jakarta. Dengan demikian, transformasi yang dilakukan tidak hanya terlihat dari sisi tampilan, tetapi juga dapat dirasakan melalui kualitas interaksi antara bank dan nasabah.

"Karena bagi kami transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik," tutur dia.


Berita Terkait


News Update