Candra Waskito Siapa dan Asal Mana? Ini Sosok Bos Royal Phone Ambarawa yang Tewas Dibunuh

Minggu 09 Agu 2026, 20:53 WIB
Pemilik Royal Phone Ambarawa, Candra Waskito ditemukan meninggal dunia dalam mobil Honda Jazz miliknya di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis, 6 Agustus 2026. (Sumber: X/@cprxn_id)
Pemilik Royal Phone Ambarawa, Candra Waskito ditemukan meninggal dunia dalam mobil Honda Jazz miliknya di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis, 6 Agustus 2026. (Sumber: X/@cprxn_id)

Menurut Bodia, rencana pencurian tersebut bermula ketika DPP bertemu dengan TI. Dari pertemuan tersebut, muncul pembicaraan mengenai keinginan mendapatkan uang.

"Itu berawal saat DPP bertemu TI. Dia berkata, koe gelem duit ra (kamu mau uang enggak?) kemudian mereka berencana melakukan pencurian di Royal Phone," ujarnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut belum menemukan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Bodia menjelaskan bahwa kasus tersebut sejauh ini melibatkan dua tersangka. Keduanya diduga menjalankan aksi dengan latar belakang kebutuhan ekonomi dan keinginan untuk mendapatkan harta korban.

"Hanya dua orang, motif utamanya soal ekonomi. Mereka ingin menguasai harta korban untuk mendapatkan uang," katanya.

Lantas, siapa sebenarnya Candra Waskito? Dari mana asalnya dan berapa usianya?

Berikut profil Candra Waskito, pengusaha muda yang menjadi korban dalam kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Penembakan di Sekolah Debsirin Thailand Tewaskan Tujuh Orang, Polisi Selidiki Akses Senjata Pelaku

Candra Waskito Siapa dan Asal Mana?

Candra Waskito merupakan pemuda kelahiran 2001. Ia meninggal dunia pada usia 25 tahun.

Korban tercatat sebagai warga Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kesehariannya, Candra dikenal sebagai pengusaha yang menjalankan bisnis konter telepon seluler Royal Phone Ambarawa yang berada di Kelurahan Pojoksari.

Royal Phone Ambarawa dikenal oleh sejumlah pelanggan yang selama ini berinteraksi langsung dengan korban dalam kegiatan jual beli maupun pelayanan terkait telepon seluler.


Berita Terkait


News Update