POSKOTA.CO.ID - Indonesia dipastikan akan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen baru yang digagas FIFA untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026 dan menjadi salah satu langkah FIFA untuk meningkatkan kualitas persaingan sepak bola regional melalui kalender resmi FIFA Matchday.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Menurutnya, Indonesia saat ini tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan sembari menunggu detail kerja sama dari FIFA sebagai penyelenggara turnamen.
"Kami sekarang sedang menunggu seperti apa kerja sama dari FIFA dengan kita sebagai tuan rumah," kata Erick Thohir, Selasa (28/7).
Keberadaan FIFA ASEAN Cup menjadi pembeda dibanding turnamen regional sebelumnya. Sebab, kompetisi ini masuk dalam periode FIFA Matchday sehingga setiap negara berpeluang menurunkan pemain terbaiknya, termasuk yang berkarier di luar negeri. Hal tersebut diharapkan mampu menghadirkan persaingan yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan kualitas pertandingan.
Indonesia Masuk Divisi 1 Bersama Tim-Tim Terkuat ASEAN
Berdasarkan informasi yang disampaikan Erick Thohir, Indonesia tergabung di Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 bersama sejumlah negara dengan tradisi sepak bola kuat di kawasan.
Daftar peserta Divisi 1 meliputi:
Indonesia
Vietnam
Thailand
Filipina
India
Malaysia
Singapura
Sementara itu, Hong Kong dipercaya menjadi tuan rumah Divisi 2 yang diikuti Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
Pembagian divisi tersebut menjadi bagian dari format baru yang dirancang FIFA untuk menciptakan kompetisi yang lebih seimbang sekaligus memberi kesempatan setiap negara berkembang sesuai level persaingannya.
FIFA Ingin Meningkatkan Daya Saing Asia Menuju Piala Dunia
Menurut Erick Thohir, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup merupakan bagian dari strategi FIFA untuk memperkuat kompetisi di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Langkah serupa sebelumnya dinilai berhasil diterapkan di Timur Tengah melalui FIFA Arab Cup, serta beberapa wilayah di Afrika.
"Itu intinya ingin meningkatkan kualitas dari persaingan negara-negara Asia untuk Piala Dunia ke depan," ujar Erick.
Dengan semakin banyak pertandingan berkualitas di level regional, setiap federasi diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kemampuan tim nasionalnya. Turnamen ini juga dapat menjadi ajang evaluasi pemain sekaligus memperkuat pengalaman bertanding menghadapi lawan dengan level kompetitif yang tinggi.
Dari sisi Indonesia, status sebagai tuan rumah dinilai menjadi peluang penting untuk menunjukkan kesiapan dalam menggelar turnamen internasional. Dukungan pemerintah pun telah ditunjukkan melalui surat Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai bentuk komitmen terhadap penyelenggaraan ajang tersebut.
Baca Juga: Kejagung Periksa 7 Saksi Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah
Mengapa FIFA ASEAN Cup 2026 Layak Dinantikan?
Beberapa alasan yang membuat turnamen ini menarik untuk diikuti antara lain:
- Berlangsung pada kalender resmi FIFA Matchday.
- Negara peserta berpotensi menurunkan skuad terbaik.
- Menjadi turnamen regional resmi yang mendapat dukungan penuh FIFA.
- Memberikan pengalaman internasional lebih banyak bagi pemain Asia Tenggara.
- Menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas persaingan menuju Piala Dunia.
Meski demikian, Erick Thohir menegaskan bahwa detail teknis penyelenggaraan masih menunggu keputusan resmi dari FIFA.
"Kita tunggu saja informasi dari FIFA," tutupnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar turnamen baru, tetapi menjadi sinyal bahwa FIFA mulai memberi perhatian lebih besar terhadap perkembangan sepak bola Asia Tenggara.
Dengan Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah, ajang ini berpotensi menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas kompetisi regional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai penyelenggara event sepak bola internasional.
