Jika Argentina kembali menjadi juara pada edisi 2026, pencapaian tersebut diyakini akan semakin memperkuat warisan karier Messi sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.
Pengalaman Buruk Speed Saat Menonton Semifinal
Selain rivalitas Messi dan Ronaldo, permintaan Speed kepada Yamal juga dipengaruhi pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya saat menyaksikan semifinal secara langsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.
Speed diketahui berada di tengah kelompok pendukung Argentina ketika mendukung Inggris sepanjang pertandingan. Setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul lebih dahulu, ia merayakan gol tersebut di sekitar suporter Argentina.
Namun situasi berubah ketika Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, Speed tampak menerima perlakuan tidak menyenangkan, mulai dari dilempari gelas berisi minuman, disiram bir, hingga mendapat cemoohan dari sebagian oknum suporter.
Insiden tersebut disebut semakin memperkuat keinginannya melihat Argentina gagal meraih gelar juara dunia.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tinggalkan Piala Dunia 2026 dengan Air Mata, Warisan Sang Legenda Tetap Abadi
Ironi Hubungan Lamine Yamal dan Lionel Messi
Menariknya, harapan Speed kepada Lamine Yamal menyimpan kisah unik yang kembali ramai diperbincangkan publik.
Jauh sebelum menjadi bintang Timnas Spanyol, Yamal pernah menjalani sesi pemotretan amal UNICEF pada 2007 ketika masih berusia sekitar lima bulan. Dalam foto ikonik tersebut, bayi Yamal dimandikan langsung oleh Lionel Messi.
Kini, hampir dua dekade kemudian, Yamal justru berpeluang menghadapi Messi di final Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut menjadi salah satu duel yang paling dinantikan karena mempertemukan legenda sepak bola dengan calon bintang masa depan dalam perebutan gelar juara dunia.
