Penunjukan seluruh perangkat wasit dari Argentina memunculkan berbagai pendapat di media sosial dan forum sepak bola.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Sebagian penggemar mempertanyakan alasan FIFA menunjuk seluruh perangkat wasit dari negara yang sama.
- Ada yang mengaitkan keputusan tersebut dengan rivalitas Prancis dan Argentina dalam beberapa tahun terakhir.
- Sebagian lainnya menilai tudingan tersebut terlalu dini karena belum ada pertandingan yang dimainkan.
- Tidak sedikit pula yang mengingatkan bahwa laga Argentina melawan Mesir sebelumnya justru dipimpin wasit asal Prancis dan Argentina tetap mampu meraih kemenangan.
Perbedaan pandangan itu menunjukkan bahwa setiap keputusan yang diambil FIFA pada fase gugur Piala Dunia selalu mendapat perhatian besar dari publik.
Didier Deschamps Pilih Fokus Hadapi Maroko
Di tengah ramainya perdebatan, kubu Prancis justru mengambil sikap yang berbeda. Pelatih Didier Deschamps menegaskan bahwa timnya tidak ingin menjadikan wasit sebagai bahan pembahasan utama.
"Saya menganggap lawan kami adalah Maroko. Saya tidak akan menganggap wasit sebagai lawan. Malah sebaliknya. Dia ada di sana untuk memastikan bahwa aturan permainan diterapkan seadil mungkin," ujar Didier Deschamps.
Bek Prancis, Dayot Upamecano, juga menyampaikan pandangan serupa.
"Saya tidak akan memusatkan perhatian pada siapa wasitnya nanti. Kami tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya, kami akan fokus pada Maroko."
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Les Bleus berusaha menjaga konsentrasi mereka tetap berada di dalam lapangan.
Baca Juga: Berapa Harta Kekayaan Febrie Adriansyah? Naik Rp11,9 Miliar Sejak Menjabat Jampidsus
Prancis Ingin Buktikan Kualitas di Atas Lapangan
Prancis datang ke perempat final dengan modal positif setelah melewati pertandingan sengit menghadapi Paraguay pada babak 16 besar. Laga itu berlangsung keras, tetapi Les Bleus mampu mempertahankan ketenangan hingga memastikan tiket ke delapan besar.
Kini tantangan berikutnya adalah Maroko, salah satu tim yang dikenal memiliki organisasi permainan disiplin dan semangat juang tinggi.
Terlepas dari kontroversi mengenai penunjukan wasit, pertandingan ini pada akhirnya akan ditentukan oleh performa kedua tim selama 90 menit di lapangan. Prancis memilih mengesampingkan polemik dan berusaha membuktikan kualitasnya lewat permainan, bukan melalui perdebatan di luar pertandingan.
