FIFA Selidiki Dugaan Rasisme terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026

Rabu 08 Jul 2026, 20:03 WIB
IShowSpeed saat menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026. FIFA tengah menyelidiki dugaan pelecehan rasial yang terjadi di tribun penonton setelah video insiden tersebut viral di media sosial. (Sumber: Instagram)
IShowSpeed saat menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026. FIFA tengah menyelidiki dugaan pelecehan rasial yang terjadi di tribun penonton setelah video insiden tersebut viral di media sosial. (Sumber: Instagram)

POSKOTA.CO.ID - Piala Dunia seharusnya menjadi panggung yang menyatukan jutaan pencinta sepak bola dari berbagai negara. Namun, semangat sportivitas itu justru ternoda oleh dugaan tindakan rasis yang terjadi di tribun penonton.

Perhatian publik internasional kini tertuju pada insiden yang menimpa YouTuber dan streamer ternama, IShowSpeed atau Darren Watkins Jr. Konten kreator asal Amerika Serikat tersebut diduga menjadi sasaran pelecehan rasial saat menghadiri dua pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Video yang beredar luas di media sosial memicu gelombang kritik dari penggemar sepak bola. Tak lama setelah rekaman itu viral, FIFA memastikan telah membuka penyelidikan resmi untuk mengusut dugaan diskriminasi yang terjadi selama turnamen berlangsung.

Baca Juga: Cara Menemukan Aplikasi yang Disembunyikan di Hp Android dan iPhone

FIFA Resmi Buka Investigasi Dugaan Pelecehan Rasial

Insiden pertama terjadi saat pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde di Stadion Miami pada 3 Juli 2026. Saat itu, IShowSpeed terlihat mengenakan jersey Tanjung Verde dan berada di tribun penonton.

Dalam video yang beredar, seorang pendukung Argentina terdengar meneriakkan kalimat "go home" dan "gonna cry at the zoo" kepada Speed. Ucapan tersebut kemudian ramai dinilai publik sebagai bentuk penghinaan yang mengandung unsur rasial.

Beberapa hari berselang, insiden serupa kembali terjadi ketika Argentina menghadapi Mesir pada 7 Juli 2026. Kali ini, rekaman memperlihatkan seorang pria dengan atribut Argentina mengejek Speed menggunakan gestur menyerupai monyet, tindakan yang selama ini dikenal sebagai simbol penghinaan rasial terhadap orang berkulit hitam.

Dua video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu kecaman dari banyak pihak.

FIFA Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Diskriminasi

Merespons viralnya insiden tersebut, FIFA mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras segala bentuk diskriminasi selama penyelenggaraan Piala Dunia.

"Segala bentuk diskriminasi, kebencian, dan rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun di ajang Piala Dunia."

Melalui pernyataannya, FIFA juga memastikan investigasi telah dimulai untuk mengumpulkan fakta dan menentukan langkah lanjutan sesuai regulasi yang berlaku.

Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmen FIFA dalam menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pemain, ofisial, hingga suporter yang hadir di stadion.

Kasus yang menimpa IShowSpeed kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya pemberantasan rasisme dalam dunia olahraga.

Banyak pengguna media sosial menyayangkan masih munculnya tindakan diskriminatif di kompetisi sebesar Piala Dunia, yang seharusnya menjadi simbol persatuan lintas negara, budaya, dan ras.

Di sisi lain, sejumlah warganet memberikan dukungan kepada IShowSpeed serta meminta pelaku mendapatkan sanksi tegas apabila terbukti melakukan tindakan yang melanggar aturan FIFA.

Fakta Singkat Dugaan Pelecehan Rasial terhadap IShowSpeed

  • IShowSpeed diduga menjadi korban pelecehan rasial saat menghadiri Piala Dunia 2026.
  • Insiden pertama terjadi pada laga Argentina vs Tanjung Verde, 3 Juli 2026, di Stadion Miami.
  • Seorang pendukung Argentina terdengar meneriakkan kalimat yang dinilai bernada rasial kepada Speed.
  • Insiden kedua terjadi saat laga Argentina vs Mesir pada 7 Juli 2026 dengan gestur menyerupai monyet dari seorang penonton.
  • Rekaman kedua kejadian viral di berbagai media sosial.

FIFA resmi membuka investigasi dan menegaskan tidak mentoleransi diskriminasi dalam bentuk apa pun.

Baca Juga: Pengedar Upal di Pandeglang Ditangkap, Polisi Sita Uang Palsu Rp45,7 Juta

Penyelidikan FIFA Jadi Penentu Langkah Selanjutnya

Penyelidikan yang dilakukan FIFA kini menjadi perhatian publik internasional. Hasil investigasi nantinya akan menentukan apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan antirasisme yang diterapkan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal persaingan di lapangan, tetapi juga tentang menjaga nilai sportivitas, saling menghormati, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh penonton tanpa memandang latar belakang ras maupun kebangsaan.


Berita Terkait


News Update