POSKOTA.CO.ID - Salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Season 3, Ghaza Muhammad Al Ghifari tengah menjadi sorotan usai muncul dugaan kasus pelecehan seksual.
Dugaan kasus pelecehan Ghaza tersebut terungkap setelah adanya pengguna X yang bersuara.
Bahkan, kini beredar dugaan bahwa korban kasus pelecehan Ghaza lebih dari satu orang.
Nama Ghaza sendiri mulai ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan akun X @cinnamonaww menjadi viral.
Unggahan tersebut memperlihatkan tangkapan layar percakapan dengan seseorang yang mengaku mengetahui persoalan yang melibatkan Ghaza.
Dalam percakapan itu muncul tudingan bahwa Ghaza diduga sebagai pelaku pelecehan seksual yang disebut memiliki lebih dari satu korban.
Selain itu, beredar pula informasi yang menyebut statusnya sebagai mahasiswa di kampus telah dinonaktifkan.
"Ghaza itu pelaku pelecehan seksual," kata dia seperti dikutip dari unggahan X @cinnamonaww, Selasa 7 Juli 2026.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan bagaimana Ghaza dapat lolos hingga menjadi salah satu peserta Clash of Champions Season 3.
“Aku nggak tahu kenapa dia bisa lolos, ntah pihak CoC yang kecolongan atau dari kampus kami yang gimana. Kami semua mempertanyakan kak,” lanjutnya.
Di tengah ramainya pemberitaan mengenai dugaan kasus tersebut, sosok Ghaza Muhammad Al Ghifari sebenarnya anak siapa?
Baca Juga: Benarkah Malam Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Jatuh Pada Malam ke-25? Ini Penjelasan Imam Ghazali
Ghaza Muhammad Al Ghifari Anak Siapa?
Hingga saat ini belum terdapat informasi resmi yang dipublikasikan kepada masyarakat mengenai identitas kedua orang tua atau latar belakang keluarga Ghaza Muhammad Al Ghifari.
Informasi yang tersedia untuk publik lebih banyak berkaitan dengan riwayat pendidikan, prestasi, dan aktivitas organisasinya selama menjadi taruna.
Ghaza Muhammad Al Ghifari dikenal sebagai taruna Jurusan Transportasi Darat di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) angkatan 2023.
Ghaza diketahui lahir di Mojokerto pada 8 Maret. Sebelum melanjutkan pendidikan ke PTDI-STTD, ia merupakan lulusan SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto.
Selama menempuh pendidikan, Ghaza dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Rekam jejaknya menunjukkan keterlibatan dalam sejumlah aktivitas kampus serta organisasi kemahasiswaan.
Tak hanya aktif di bidang akademik, Ghaza juga memiliki rekam jejak prestasi di bidang olahraga.
Ia pernah menorehkan pencapaian pada cabang finswimming dengan meraih Bronze Medal nomor 200 Meter Bifins KU-C dalam Kejuaraan Nasional Finswimming 2019.
Disamping memiliki pengalaman di bidang olahraga, Ghaza juga tercatat aktif dalam organisasi kemahasiswaan selama menjalani pendidikan di PTDI-STTD.
Dirinya juga menjabat sebagai Anggota Komisi II Olahraga dan Seni Dewan Musyawarah Taruna PTDI-STTD periode 2024/2025 yang memiliki tanggung jawab mengawal berbagai program dan kegiatan di bidang olahraga maupun seni.
