Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stabil di Rp2.670.000 per Gram, Saatnya Beli atau Tahan?

Senin 06 Jul 2026, 10:28 WIB
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Senin, 6 Juli 2026, terpantau tidak mengalami perubahan alias stabil. (Sumber: Dok/Logam Mulia Antam)
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Senin, 6 Juli 2026, terpantau tidak mengalami perubahan alias stabil. (Sumber: Dok/Logam Mulia Antam)

POSKOTA.CO.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Senin, 6 Juli 2026, terpantau tidak mengalami perubahan alias stabil.

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam masih bertahan di level Rp2.670.000 per gram.

Selain harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga tidak mengalami perubahan.

Hingga Senin pagi, harga buyback emas Antam tetap berada di level Rp2.429.000 per gram.

Harga buyback merupakan acuan yang digunakan PT Antam ketika membeli kembali emas dari masyarakat.

Nilai ini menjadi salah satu indikator penting bagi investor karena mencerminkan harga yang akan diterima saat menjual kembali emas batangan.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 4 Juli 2026 Meroket, Ukuran 24 Karat Dijual Rp2,3 Jutaan

Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut adalah daftatr rincian harga emas Antam berdasarkan pecahan yang berlaku pada Senin, 6 Juli 2026.

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.385.500
  • Harga emas 1 gram: Rp2.670.000
  • Harga emas 2 gram: Rp5.280.000
  • Harga emas 3 gram: Rp7.895.000
  • Harga emas 5 gram: Rp13.125.000
  • Harga emas 10 gram: Rp26.195.000
  • Harga emas 25 gram: Rp65.362.000
  • Harga emas 50 gram: Rp130.645.000
  • Harga emas 100 gram: Rp261.212.000
  • Harga emas 250 gram: Rp652.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp1.305.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.610.600.000

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 24K Anjlok Hari Ini 26 Juni 2026, Dibanderol Mulai Rp2,1 Jutaan

Saatnya Beli atau Tahan?

Harga emas yang bergerak stabil umumnya mencerminkan belum adanya sentimen baru yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan maupun penurunan harga.

Kondisi seperti ini sering dimanfaatkan sebagian investor untuk melakukan akumulasi pembelian secara bertahap, terutama bagi mereka yang memiliki tujuan investasi jangka panjang.


Berita Terkait


News Update