POSKOTA.CO.ID - Memasuki awal Juli 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 5 Juli 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat akibat pengaruh dinamika atmosfer yang sedang aktif.
Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah keberadaan Siklon Tropis Buffy di kawasan Samudra Pasifik Utara Papua. Fenomena ini diperkirakan bergerak ke arah barat dan memengaruhi pola cuaca di Indonesia, terutama wilayah bagian timur.
Dalam pembaruan prakiraan cuaca, BMKG menjelaskan bahwa siklon tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi yang membentang dari Samudra Pasifik Utara Papua hingga Maluku Utara. Kondisi ini memperbesar peluang pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan intensitas curah hujan di sejumlah daerah.
Tak hanya itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia bagian barat Sumatera Barat. Sistem atmosfer tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang hingga ke Samudra Hindia sehingga ikut mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
Menurut BMKG, kombinasi dua fenomena atmosfer ini membuat potensi hujan lebat perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai dampak hidrometeorologi, terutama di daerah yang memiliki kerentanan terhadap banjir dan tanah longsor.
Baca Juga: UNHCR Cari Lokasi Relokasi untuk 32 Pengungsi WNA Usai Penertiban di Jaksel
Aceh Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat
Dari seluruh wilayah yang dipantau, Aceh menjadi daerah yang mendapat perhatian khusus. BMKG memprakirakan wilayah ini berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat sehingga masyarakat diminta lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir, genangan, maupun longsor di kawasan rawan.
Selain hujan, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami angin kencang yang dipicu oleh aktivitas atmosfer tersebut. Karena itu, masyarakat diimbau memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan.
Prakiraan cuaca wilayah barat Indonesia
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di wilayah barat Indonesia sebagai berikut:
Hujan disertai petir: Pontianak.
Hujan ringan: Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Serang, Jakarta, Bandung, Palangkaraya, dan Tanjung Selor.
Berawan hingga berawan tebal: Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, dan Samarinda.
Udara kabur: Bengkulu dan Yogyakarta.
Prakiraan cuaca wilayah timur Indonesia
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian timur diprediksi mengalami kondisi cuaca berikut:
Hujan disertai petir: Palu.
Hujan ringan: Mamuju, Gorontalo, Manado, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Berawan hingga berawan tebal: Denpasar, Kupang, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari.
Asap, kabut, atau udara kabur: Mataram dan Kendari.
Baca Juga: Registrasi Kartu SIM Pakai NIK dan KK Resmi Dihentikan, Kini Wajib Verifikasi Wajah
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis sehingga dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, masyarakat disarankan rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas.
Langkah ini penting, terutama bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara. Dengan mengetahui kondisi cuaca lebih awal, risiko akibat hujan lebat, angin kencang, banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor dapat diminimalkan.
Kewaspadaan menjadi kunci di tengah meningkatnya aktivitas atmosfer dalam beberapa hari terakhir. Mengikuti informasi resmi dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih aman saat beraktivitas.
