Kapal Terombang-ambing Akibat Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Minggu 05 Jul 2026, 22:13 WIB
Ratusan penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di perairan sebelah barat Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Minggu, 5 Juli 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)
Ratusan penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di perairan sebelah barat Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Minggu, 5 Juli 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Menurut Budi, untuk menangani insiden tersebut pihaknya mengerahkan satu unit rescue boat, satu perahu motor, serta empat personel Satuan Tugas (Satgas) Gulkarmat. 

Proses evakuasi juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kelurahan Pulau Pari, PK3D, Puskesmas Pembantu (Pustu) Pulau Pari, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), hingga warga setempat.

Petugas gabungan kemudian melakukan evakuasi secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan seluruh penumpang, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Baca Juga: Mayat Pria Terapung di Pulau Pari Disebut Korban Kecelakaan Kapal

"Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke Dermaga Pulau Pari dalam kondisi selamat. Petugas memprioritaskan proses evakuasi terhadap kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan anak-anak," ungkap Budi.

Setelah berhasil dievakuasi ke darat, seluruh penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis guna memastikan kondisi mereka tetap baik setelah mengalami insiden di tengah laut.

Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan korban jiwa maupun korban luka.

"Setelah dipastikan seluruh penumpang dalam kondisi sehat, pada pukul 13.30 mereka kembali diberangkatkan menuju Pulau Pramuka untuk melanjutkan perjalanan," kata Budi.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Pari, Arif Irwansyah mengatakan, warga bersama para nelayan setempat sempat berupaya membantu menarik KM Makmur Jaya menggunakan dua kapal nelayan. 

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kondisi arus laut yang deras dan gelombang yang cukup tinggi.

"Upaya yang kami lakukan tidak berhasil karena arus laut yang deras dan gelombang yang cukup tinggi," kata Arif.


Berita Terkait


News Update