POSKOTA.CO.ID - Perjalanan udara jarak sangat jauh akan memasuki babak baru pada 2027. Maskapai asal Australia, Qantas Airways, memastikan akan meluncurkan penerbangan nonstop pertama yang menghubungkan Sydney, Australia, dengan London, Inggris, tanpa transit.
Layanan yang diberi nama Project Sunrise ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2027. Kehadirannya menjadi salah satu inovasi terbesar di industri penerbangan karena mampu memangkas waktu perjalanan hingga sekitar empat jam dibandingkan rute konvensional yang masih membutuhkan pemberhentian.
Jika selama ini penerbangan Sydney menuju London memakan waktu sekitar 23 jam termasuk transit, maka melalui layanan baru tersebut penumpang diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 19 jam untuk tiba di tujuan.
CEO Qantas Airways, Vanessa Hudson, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari visi jangka panjang maskapai untuk mendekatkan Australia dengan berbagai belahan dunia.
"Qantas dibangun atas dasar keyakinan bahwa jarak Australia dari seluruh dunia seharusnya tidak pernah menjadi penghalang. Ini adalah langkah paling signifikan dalam misi tersebut dalam sejarah 105 tahun kami," ujar Hudson dalam keterangan resminya.
Baca Juga: 50 Contoh Motto Hidup MPLS 2026 yang Aesthetic, Inspiratif, Singkat, hingga Lucu untuk Siswa Baru
Airbus A350-1000ULR Jadi Andalan Penerbangan Ultra Jarak Jauh
Untuk mewujudkan penerbangan nonstop tersebut, Qantas akan mengoperasikan Airbus A350-1000ULR yang dirancang khusus untuk rute ultra jarak jauh.
Pesawat generasi terbaru ini telah menjalani serangkaian uji penerbangan di Toulouse, Prancis. Salah satu pembeda utamanya adalah penambahan tangki bahan bakar berkapasitas sekitar 20 ribu liter yang ditempatkan di bagian tengah belakang pesawat.
Modifikasi tersebut memungkinkan pesawat terbang tanpa henti hingga sekitar 22 jam, sehingga mampu menjangkau rute-rute terpanjang di dunia.
Qantas juga telah memesan total 12 unit Airbus A350-1000ULR. Seluruh armada akan dikonfigurasi dengan empat kelas kabin dan menyediakan 238 kursi agar penumpang tetap memperoleh ruang yang lebih nyaman selama penerbangan berdurasi sangat panjang.
Selain armada baru, maskapai juga menyiapkan sumber daya manusia dalam jumlah besar. Lebih dari 360 pilot dan sekitar 1.200 awak kabin akan menjalani pelatihan khusus sebelum layanan mulai beroperasi.
Menurut Hudson, keuntungan terbesar dari Project Sunrise bukan hanya memecahkan rekor durasi penerbangan, tetapi juga menghilangkan waktu tunggu saat transit.
"Menghilangkan transit menghemat waktu perjalanan pelanggan hingga empat jam," katanya.
Fakta Menarik Project Sunrise
Beberapa hal yang membuat Project Sunrise menjadi sorotan industri penerbangan dunia antara lain:
- Menjadi penerbangan nonstop Sydney-London pertama yang dijadwalkan secara reguler.
- Memangkas waktu perjalanan sekitar empat jam dibandingkan rute dengan transit.
- Menggunakan Airbus A350-1000ULR yang dirancang khusus untuk penerbangan ultra jarak jauh.
- Dilengkapi tangki bahan bakar tambahan berkapasitas sekitar 20 ribu liter.
- Memiliki konfigurasi empat kelas kabin dengan total 238 kursi untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
- Tiket dijadwalkan mulai dijual pada Februari 2027.
Project Sunrise sebenarnya bukan proyek yang lahir dalam waktu singkat. Qantas telah mengembangkan rencana ini selama hampir sembilan tahun. Berbagai tantangan, mulai dari kesiapan teknologi hingga penyesuaian operasional, membuat peluncurannya beberapa kali mengalami penundaan sebelum akhirnya ditetapkan berlangsung pada 2027.
Baca Juga: Kemacetan Jakarta Masih Tinggi, Pengamat Nilai Pengguna Transportasi Massal Belum Ideal
Rute Sydney-New York Menjadi Target Berikutnya
Setelah membuka layanan Sydney-London, Qantas berencana memperluas jaringan penerbangan ultra jarak jauhnya dengan menghadirkan rute nonstop Sydney menuju New York, Amerika Serikat. Jadwal peluncuran rute tersebut akan diumumkan pada kesempatan berikutnya.
Pemerintah Australia menyambut positif langkah tersebut. Menteri Perdagangan Australia Don Farrell menilai Project Sunrise menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri penerbangan sekaligus mempererat hubungan Australia dan Inggris.
Dengan hadirnya penerbangan nonstop ini, perjalanan lintas benua diperkirakan akan menjadi lebih efisien. Bagi pelancong maupun pebisnis, waktu yang sebelumnya terbuang saat transit kini dapat dipangkas, sementara industri penerbangan kembali menunjukkan bagaimana inovasi terus mengubah cara manusia bepergian ke berbagai penjuru dunia.
