"Kita masih kekurangan pengganti Metro Mini dan Kopaja. Hitungan saya masih kurang sekitar 4.000 armada. Dulu hampir setiap satu menit ada Metro Mini atau Kopaja lewat di jalan-jalan lingkungan. Sekarang Mini Trans jumlahnya masih sangat terbatas, bahkan di beberapa tempat bisa setengah jam sekali baru datang," katanya.
Menurut Deddy, keterbatasan jumlah armada tersebut membuat masyarakat masih lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum.
"Sekarang masalahnya bukan ada atau tidak ada transportasi umum, tetapi jumlahnya masih kurang. Kalau jumlah armadanya ditambah dan mudah dijangkau masyarakat, otomatis akan membantu mengurangi kemacetan karena orang mau beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum," ungkap dia.
