Telan Anggaran Rp259 Miliar, Pramono Targetkan Flyover Latumenten Selesai Desember 2026

Kamis 02 Jul 2026, 16:03 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meninjau proyek pembangunan Flyover Latumenten Grogol, Jakarta Barat, Kamis, 2 Juli 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad).)
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meninjau proyek pembangunan Flyover Latumenten Grogol, Jakarta Barat, Kamis, 2 Juli 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad).)

Menurutnya, yang ditutup hanya perlintasan kereta api, sementara akses kendaraan untuk berputar arah tetap tersedia.

"Terkait penutupan perlintasan antara jalan dengan rel kereta api nanti setelah ditutup perlintasannya, jalan ini tetap berfungsi, dari arah selatan mau balik ke selatan lagi, itu masih bisa dimanfaatkan untuk berputar di lokasi ini. Jadi ini tidak ditutup, yang ditutup hanya di perlintasan kereta api. Begitu pula yang dari arah utara, utara mau balik ke utara itu masih bisa berputar," ujar Heru. 

Heru mengatakan, masyarakat nantinya dapat memanfaatkan akses penyeberangan menuju halte Transjakarta yang berada di atas flyover.

Baca Juga: Pemprov DKI Finalisasi Program Padat Karya, Syarat Utama Wajib KTP Jakarta

"Dan juga masyarakat nanti bisa memanfaatkan karena jalan perlintasan ditutup bisa menyeberang ke sini untuk naik ke atas. Ke atas ini untuk naik ke halte Busway," ungkap dia. 

Heru menjelaskan, halte Transjakarta akan dibangun di dua sisi flyover, yakni sisi barat dan timur. 

Dengan demikian, pengguna transportasi umum dapat lebih mudah berpindah moda dari kendaraan pribadi maupun kereta api menuju layanan bus rapid transit tersebut.

"Nantinya halte Busway ada di flyover, di atas. Jadi sisi barat dan sisi timur ada halte Busway-nya masyarakat pengguna itu bisa memanfaatkan halte Busway yang ada di sisi timur dan sisi barat. Dan juga dari Stasiun Kereta Api Grogol itu juga bisa langsung ke sini," ujar dia. 

Menurut Heru, salah satu manfaat terbesar dari pembangunan flyover ini adalah berkurangnya waktu tempuh perjalanan. Selama ini arus kendaraan di kawasan Latumenten dan Grogol sering tersendat akibat aktivitas buka-tutup pintu perlintasan setiap kali kereta melintas.

"Tapi nantinya ini sudah tidak ada gangguan lagi sehingga kendaraan bisa melintas langsung di atas flyover tanpa ada gangguan apa pun," ungkap dia. 

Heru mengungkapkan, kendaraan dapat melintas langsung di atas jalur kereta tanpa harus menunggu kereta lewat. Hal itu diyakini akan membuat arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan efisien.

"Jadi bisa langsung. Waktunya itu singkat sekali, mungkin sekitar 10-15 menit yang tadinya ketahan di bawah, nanti sudah tidak ketahan lagi, langsung bablas," ujar dia. 


Berita Terkait


News Update