Durian Setara Semangkuk Nasi? Ini Fakta Kalori, Dampaknya bagi Gula Darah, dan Cara Aman Mengonsumsinya

Kamis 02 Jul 2026, 20:41 WIB
Ilustrasi buah durian. Meski kaya nutrisi dan bercita rasa khas, durian mengandung kalori serta gula yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang bijak. (Sumber: Flickr)
Ilustrasi buah durian. Meski kaya nutrisi dan bercita rasa khas, durian mengandung kalori serta gula yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang bijak. (Sumber: Flickr)

POSKOTA.CO.ID - Durian selalu menjadi buah favorit saat musim panen tiba. Aroma yang kuat, tekstur lembut, dan rasa manis legit membuat banyak orang sulit berhenti setelah menikmati satu pongge. Namun, di balik kenikmatannya, durian ternyata menyimpan kandungan kalori dan gula yang tidak bisa dianggap remeh.

Banyak orang mengira durian hanya sekadar buah pencuci mulut. Padahal, kandungan energinya cukup tinggi sehingga dapat memberikan asupan kalori yang hampir setara dengan satu porsi nasi. Karena itu, para ahli gizi mengingatkan agar durian tetap dikonsumsi secara bijak, terutama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau mengontrol kadar gula darah.

Kepala Departemen Gizi Xuyen A General Hospital di Ho Chi Minh City, Chau Thi Anh, menjelaskan bahwa durian termasuk buah padat energi. Menurutnya, porsi konsumsi menjadi faktor penting agar manfaat buah ini tetap bisa dinikmati tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

"Satu porsi durian sebaiknya tidak berlebihan karena kandungan energinya cukup tinggi," jelas Chau.

Baca Juga: DPRD Jakarta Minta Flyover Latumenten Tak Hanya Selesaikan Kemacetan di Satu Titik

Kandungan Kalori Durian Ternyata Hampir Setara Semangkuk Nasi

Dalam setiap 100 gram daging durian atau sekitar satu pongge berukuran sedang, terkandung sekitar 147 kalori. Jumlah tersebut hampir setara dengan energi dari sekitar 150 gram nasi putih matang atau satu mangkuk nasi.

Selain kalori, durian juga mengandung sekitar 27 gram karbohidrat yang sebagian besar berasal dari gula alami. Buah ini turut menyumbang sekitar 5,3 gram lemak dan 3,8 gram serat yang memberikan rasa kenyang lebih lama.

Pada varietas berukuran besar seperti Monthong tanpa biji maupun Ri6, satu pongge dapat memiliki berat 150 hingga 200 gram. Artinya, hanya dengan satu pongge saja seseorang bisa memperoleh sekitar 220 hingga 290 kalori, bahkan melebihi energi dari satu mangkuk nasi.

Mengapa Durian Bisa Menaikkan Gula Darah?

Meski memiliki indeks glikemik (GI) sekitar 49–55 yang tergolong rendah hingga sedang, durian tetap memiliki beban glikemik yang cukup tinggi. Penyebabnya adalah kandungan karbohidrat yang relatif besar dalam setiap porsinya.

Saat dikonsumsi berlebihan, glukosa dalam durian dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Sementara kandungan lemaknya membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga kadar gula darah bertahan tinggi dalam waktu lebih lama.

Durian juga mengandung fruktosa yang diproses langsung oleh hati. Bila dikonsumsi secara berlebihan, terutama bersama makanan tinggi lemak lainnya, fruktosa dapat meningkatkan pembentukan lemak di hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu perlemakan hati hingga meningkatkan risiko resistensi insulin.

Akibatnya, pankreas harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin guna menjaga keseimbangan kadar gula darah.

Tips Mengonsumsi Durian agar Tetap Sehat

Agar tetap bisa menikmati durian tanpa mengganggu pola makan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Batasi porsi konsumsi. Cukup makan satu pongge berukuran sedang atau sekitar 80–100 gram dalam sekali makan. Bila porsinya lebih besar, kurangi asupan karbohidrat lain seperti nasi.

Hindari konsumsi setiap hari. Orang sehat disarankan menikmati durian maksimal satu hingga dua kali dalam seminggu agar asupan gula, lemak, dan kalori tetap seimbang.

Pilih waktu makan yang tepat. Durian lebih baik dikonsumsi pada siang atau sore hari sebelum pukul 16.00 atau sebelum beraktivitas fisik sehingga energinya dapat dimanfaatkan tubuh.

Perhatikan kondisi kesehatan. Penderita pradiabetes, diabetes tipe 2, obesitas, maupun sindrom metabolik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi durian agar porsinya sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Baca Juga: 5 Pen Tablet Harga Terjangkau 2026 dengan Performa Maksimal

Menikmati Durian Tetap Aman Asalkan Tidak Berlebihan

Durian bukanlah buah yang harus dihindari sepenuhnya. Buah ini tetap mengandung serat, vitamin, dan berbagai mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, tingginya kandungan kalori, gula, dan lemak membuat konsumsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi harian.

Dengan membatasi porsi, memilih waktu konsumsi yang tepat, serta menjaga keseimbangan pola makan secara keseluruhan, durian tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun kestabilan kadar gula darah. Pendekatan ini menjadi kunci agar kenikmatan "raja buah" tetap sejalan dengan gaya hidup sehat.


Berita Terkait


News Update