POSKOTA.CO.ID - Durian selalu menjadi buah favorit saat musim panen tiba. Aroma yang kuat, tekstur lembut, dan rasa manis legit membuat banyak orang sulit berhenti setelah menikmati satu pongge. Namun, di balik kenikmatannya, durian ternyata menyimpan kandungan kalori dan gula yang tidak bisa dianggap remeh.
Banyak orang mengira durian hanya sekadar buah pencuci mulut. Padahal, kandungan energinya cukup tinggi sehingga dapat memberikan asupan kalori yang hampir setara dengan satu porsi nasi. Karena itu, para ahli gizi mengingatkan agar durian tetap dikonsumsi secara bijak, terutama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau mengontrol kadar gula darah.
Kepala Departemen Gizi Xuyen A General Hospital di Ho Chi Minh City, Chau Thi Anh, menjelaskan bahwa durian termasuk buah padat energi. Menurutnya, porsi konsumsi menjadi faktor penting agar manfaat buah ini tetap bisa dinikmati tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
"Satu porsi durian sebaiknya tidak berlebihan karena kandungan energinya cukup tinggi," jelas Chau.
Baca Juga: DPRD Jakarta Minta Flyover Latumenten Tak Hanya Selesaikan Kemacetan di Satu Titik
Kandungan Kalori Durian Ternyata Hampir Setara Semangkuk Nasi
Dalam setiap 100 gram daging durian atau sekitar satu pongge berukuran sedang, terkandung sekitar 147 kalori. Jumlah tersebut hampir setara dengan energi dari sekitar 150 gram nasi putih matang atau satu mangkuk nasi.
Selain kalori, durian juga mengandung sekitar 27 gram karbohidrat yang sebagian besar berasal dari gula alami. Buah ini turut menyumbang sekitar 5,3 gram lemak dan 3,8 gram serat yang memberikan rasa kenyang lebih lama.
Pada varietas berukuran besar seperti Monthong tanpa biji maupun Ri6, satu pongge dapat memiliki berat 150 hingga 200 gram. Artinya, hanya dengan satu pongge saja seseorang bisa memperoleh sekitar 220 hingga 290 kalori, bahkan melebihi energi dari satu mangkuk nasi.
Mengapa Durian Bisa Menaikkan Gula Darah?
Meski memiliki indeks glikemik (GI) sekitar 49–55 yang tergolong rendah hingga sedang, durian tetap memiliki beban glikemik yang cukup tinggi. Penyebabnya adalah kandungan karbohidrat yang relatif besar dalam setiap porsinya.
Saat dikonsumsi berlebihan, glukosa dalam durian dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Sementara kandungan lemaknya membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga kadar gula darah bertahan tinggi dalam waktu lebih lama.
Durian juga mengandung fruktosa yang diproses langsung oleh hati. Bila dikonsumsi secara berlebihan, terutama bersama makanan tinggi lemak lainnya, fruktosa dapat meningkatkan pembentukan lemak di hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu perlemakan hati hingga meningkatkan risiko resistensi insulin.
