Bentengi Generasi Muda, BNNK Bandung Barat Libatkan Pramuka Bentuk Saka Anti-Narkoba

Kamis 02 Jul 2026, 15:55 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB), AKBP Agus Widodo. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB), AKBP Agus Widodo. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB), AKBP Agus Widodo, terus mendorong langkah inovatif dalam memerangi ancaman narkotika.

Di bawah kepemimpinannya, BNN KBB tidak hanya fokus pada pemberantasan, tetapi memperkuat strategi pencegahan dengan melibatkan generasi muda melalui pembentukan Saka Anti-Narkoba di lingkungan Gerakan Pramuka.

Program yang digagas bersama Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka pada 25 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu langkah Agus Widodo dalam membangun benteng pertahanan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika yang kini semakin berkembang, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital oleh para pelaku.

Agus menilai, Pramuka memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis BNN dalam menyebarkan pesan bahaya narkoba. Dengan jumlah anggota yang luas serta nilai pendidikan karakter yang kuat, Pramuka dinilai mampu menjadi penggerak edukasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika).

Baca Juga: BNN Tangkap Belasan Orang, Diduga Rombongan Caketum HIPMI

"Kami melihat Pramuka sangat potensial dan strategis untuk kegiatan P4GN. Mereka bisa menjadi duta BNN sekaligus kepanjangan tangan kami dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di kalangan sebaya," ujar Agus Widodo kepada Poskota, Kamis.

Menurut Agus, pembentukan Saka Anti-Narkoba bukan sekadar kegiatan sosialisasi biasa. BNN KBB tengah menyiapkan sistem pembelajaran khusus yang akan membekali anggota Pramuka dengan tiga bidang utama atau krida, yakni Krida Pencegahan, Krida Hukum, dan Krida Rehabilitasi.

Melalui Krida Pencegahan, anggota Pramuka akan dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, pola peredarannya, hingga modus baru yang berkembang di era digital.

Agus mengungkapkan, saat ini peredaran narkoba mengalami perubahan pola. Para pelaku mulai memanfaatkan berbagai layanan berbasis teknologi, seperti pengiriman paket, layanan antar, hingga sistem COD dengan metode penyamaran tertentu.

Baca Juga: BNN Usul Larangan Vape di Indonesia, Ini Alasan dan Temuan Mengejutkannya

"Sekarang peredaran narkoba cenderung memanfaatkan teknologi informasi. Bisa melalui COD, pengiriman paket, bahkan delivery online dengan sistem tempel di titik tertentu. Generasi muda harus memiliki kewaspadaan terhadap modus seperti ini," jelasnya.

Melalui program tersebut, Agus ingin membangun kesadaran digital di kalangan remaja agar tidak mudah dimanfaatkan sebagai kurir atau perantara jaringan narkoba tanpa memahami dampak hukum yang mengikutinya.

Tidak hanya pencegahan, BNN KBB juga memberikan pemahaman hukum melalui Krida Hukum. Anggota Pramuka nantinya akan mendapat edukasi mengenai konsekuensi pidana bagi penyalahguna, penyimpan, maupun pihak yang terlibat dalam peredaran narkotika.

"Sering kali ada orang yang dimanfaatkan karena tidak mengetahui isi barang yang dititipkan kepadanya. Kami ingin membangun kesadaran agar anak-anak mampu menjaga diri dan tidak mudah menerima titipan yang berisiko," kata Agus.

Baca Juga: Denny Sumargo Bongkar Bahaya Penyalahgunaan Whip Pink, BNN dan Dokter Spesialis Ungkap Fakta Mengejutkan

Sementara itu, Krida Rehabilitasi diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap para korban penyalahgunaan narkoba. Agus menegaskan, pengguna narkotika harus mendapatkan perhatian dan bantuan agar dapat kembali pulih, bukan sekadar mendapatkan stigma negatif.

"Kalau ada teman yang mengalami masalah narkoba, jangan langsung dijauhi. Harus ada kepedulian untuk membantu dan mendorong mereka mendapatkan pertolongan," tegasnya.

Agus berharap, nilai-nilai dalam Dasa Dharma Pramuka dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, berkarakter, serta memiliki keberanian untuk menolak narkoba.

Ke depan, BNN KBB akan menyiapkan sanggar atau pangkalan pelatihan sebagai pusat pengembangan Saka Anti-Narkoba. Fasilitas tersebut nantinya menjadi tempat pembekalan anggota Pramuka sebelum menjalankan peran sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.

Saat ini, struktur kepengurusan Saka Anti-Narkoba telah terbentuk dan dilantik. Tahapan selanjutnya adalah penyusunan kurikulum lengkap, termasuk standar kecakapan umum dan kecakapan khusus bagi para anggota.

"Launching sudah dilakukan, pengurus juga sudah dilantik. Sekarang kami masuk tahap penyusunan kurikulum agar anggota Pramuka memiliki kemampuan yang benar-benar siap untuk mendukung upaya P4GN," tuturnya.


Berita Terkait


News Update