Bentengi Generasi Muda, BNNK Bandung Barat Libatkan Pramuka Bentuk Saka Anti-Narkoba

Kamis 02 Jul 2026, 15:55 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB), AKBP Agus Widodo. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB), AKBP Agus Widodo. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Melalui program tersebut, Agus ingin membangun kesadaran digital di kalangan remaja agar tidak mudah dimanfaatkan sebagai kurir atau perantara jaringan narkoba tanpa memahami dampak hukum yang mengikutinya.

Tidak hanya pencegahan, BNN KBB juga memberikan pemahaman hukum melalui Krida Hukum. Anggota Pramuka nantinya akan mendapat edukasi mengenai konsekuensi pidana bagi penyalahguna, penyimpan, maupun pihak yang terlibat dalam peredaran narkotika.

"Sering kali ada orang yang dimanfaatkan karena tidak mengetahui isi barang yang dititipkan kepadanya. Kami ingin membangun kesadaran agar anak-anak mampu menjaga diri dan tidak mudah menerima titipan yang berisiko," kata Agus.

Baca Juga: Denny Sumargo Bongkar Bahaya Penyalahgunaan Whip Pink, BNN dan Dokter Spesialis Ungkap Fakta Mengejutkan

Sementara itu, Krida Rehabilitasi diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap para korban penyalahgunaan narkoba. Agus menegaskan, pengguna narkotika harus mendapatkan perhatian dan bantuan agar dapat kembali pulih, bukan sekadar mendapatkan stigma negatif.

"Kalau ada teman yang mengalami masalah narkoba, jangan langsung dijauhi. Harus ada kepedulian untuk membantu dan mendorong mereka mendapatkan pertolongan," tegasnya.

Agus berharap, nilai-nilai dalam Dasa Dharma Pramuka dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, berkarakter, serta memiliki keberanian untuk menolak narkoba.

Ke depan, BNN KBB akan menyiapkan sanggar atau pangkalan pelatihan sebagai pusat pengembangan Saka Anti-Narkoba. Fasilitas tersebut nantinya menjadi tempat pembekalan anggota Pramuka sebelum menjalankan peran sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.

Saat ini, struktur kepengurusan Saka Anti-Narkoba telah terbentuk dan dilantik. Tahapan selanjutnya adalah penyusunan kurikulum lengkap, termasuk standar kecakapan umum dan kecakapan khusus bagi para anggota.

"Launching sudah dilakukan, pengurus juga sudah dilantik. Sekarang kami masuk tahap penyusunan kurikulum agar anggota Pramuka memiliki kemampuan yang benar-benar siap untuk mendukung upaya P4GN," tuturnya.


Berita Terkait


News Update