Prabowo Ingatkan Anggota Polri Dapat Gaji dan Fasilitas dari Uang Rakyat

Rabu 01 Jul 2026, 15:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri HUT ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026. (Sumber: Dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri HUT ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026. (Sumber: Dok. Sekretariat Presiden)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh anggota Polri mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.

"Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat," kata Prabowo dalam amanatnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Prabowo, kepercayaan publik merupakan fondasi utama bagi institusi Polri. Setiap anggota kepolisian diminta menjaga kepercayaan tersebut dengan bekerja secara profesional, berintegritas, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

Baca Juga: HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Minta Polri Tidak jadi Alat Balas Dendam Politik

"Jagalah kepercayaan rakyat karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh fasilitas, perlengkapan, hingga gaji yang diterima aparat penegak hukum bersumber dari uang rakyat. Oleh sebab itu, setiap personel Polri memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengabdian terbaik dan memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.

"Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat, semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," ujarnya.

Selain itu, Prabowo mendorong Polri terus memperbaiki kualitas sumber daya manusia lewat penguasaan teknologi dan penguatan profesionalisme. Menurutnya, tantangan keamanan terus berkembang sehingga aparat penegak hukum harus mampu beradaptasi dengan berbagai bentuk kejahatan yang semakin kompleks.

Baca Juga: 7000 Massa Gelar Aksi Damai di Patung Kuda, Dukung Program Prabowo dan Ajak Jaga Stabilitas Nasional

Selain itu, penting bagi Polri melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan. Ia menilai institusi yang kuat adalah institusi yang terbuka terhadap perubahan, mau melakukan evaluasi, serta bersedia mendengar aspirasi masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan.

"Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas dan yang handal," ucap Ketua Umum Partai Gerindra itu.


Berita Terkait


News Update