Obrolan Warteg: Yuk, Kita Kawal Komitmen Polri

Rabu 01 Jul 2026, 07:30 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 1 Juli 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 1 Juli 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh :Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Hari ini, 1 Juli 2026, Polri genap berusia 80 tahun pada HUT Bhayangkara tahun ini mengusung tema: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.

Tema ini mencerminkan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan publik melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Komitmen ini patut kita catat bersama,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Adil Makmur Harus Jelas, Tegas dan Transparan

“Buat apa pakai dicatat segala,” tanya Yudi.

“Biar nggak lupa. Ingat komitmen Polri itu patut kita kawal bersama sebagai bentuk partisipasi rakyat mendukung tugas – tugas Polri,” jawab Heri.

“Mendukung berarti ikut memberikan masukan demi pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Jika pelayan publik kurang baik, kita kasih masukan. Jika kerja nyata tidak membawa manfaat, kita bisa juga ingatkan melalui saluran dan sarana yang tersedia,” urai mas Bro.

“Yang terpenting masukan itu konstruktif, tidak mengada – ada, tidak pula merekayasa, perlu didukung data dan fakta. Katakan apa adanya, jika buruk katakan buruk, jangan sembunyikan keburukan karena pada akhirnya dapat memperburuk kepercayaan pubik, “ jelas Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: BUMN Bukan Tempat Bancakan

“Yang penting merespons kritik secara bijak dan legowo. Jangan tersinggung, jika dikatakan masih buruk, itu misalnya,” celatuk Yudi.

“Dipastikan kritikan kita akan ditanggapi dengan baik, terlebih Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri telah mengundang masyarakat memberi masukan agar institusi Polri bisa lebih baik,” ujar Heri.

“Lantas bagaimana kepercayaan publik saat ini kepada Polri?” tanya Yudi.

“Hasil survei sebuah lembaga menyebutkan kepercayaan publik kepada Polri meningkat, citra positif juga melonjak. Ini patut disyukuri untuk dijadikan  motivasi semakin memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat,” kata mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Safari Loloskan PSI Ke Senayan

“Setuju Bro. Jangan terlena dengan kenaikan angka- angka. Merujuk filosofi tanaman padi, semakin tinggi dan berisi akan kian merunduk, dalam artian rendah hati sehingga kian membuat publik simpati,” tambah Heri.

“Di balik tren positif, masih terdapat catatan yang perlu diperbaiki. Data menyebutkan Polri menjadi institusi yang paling banyak diadukan ke Komnas HAM. Stigma ‘tajam ke bawah tumpul ke atas” serta “no viral no justice” masih sering disuarakan di ruang publik,” jelas mas Bro.

“Itu di antaranya pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan Polri menapaki 80 tahun pengabdiannya melalui kerja nyata yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan segelintir masyarakat, bukan pula sekelompok elite,” kata Heri.

“Tal kalah pentingnya, keberlanjutan reformasi Polri bagian yang dinanti implementasinya dalam tata kelola kelembagaan Polri itu sendiri,” urai mas Bro.


Berita Terkait


News Update