BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat, membela rakyat, serta merasakan penderitaan yang dialami masyarakat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 Juli 2026.
Menurut Prabowo, Polri harus memiliki karakter kuat karena lahir dari perjuangan kemerdekaan. Sejak awal berdiri, Kepolisian turut terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sehingga memiliki kedekatan yang kuat dengan rakyat.
“Karena itu Kepolisian Republik Indonesia memiliki sifat selalu di tengah-tengah rakyat dan harus selalu membela rakyat, merasakan penderitaan rakyat,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengapresiasi berbagai transformasi yang terus dilakukan Polri, termasuk keterlibatan aktif dalam mendukung program-program strategis pemerintah di era Prabowo yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia menilai Polri kini berperan besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama melalui pengembangan produksi jagung dan pembangunan gudang-gudang pangan berkualitas di berbagai daerah.
“Saya melihat sendiri Polri membangun gudang-gudang pangan yang sangat dibutuhkan, gudang-gudang dengan kualitas yang sangat baik,” kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga memuji kontribusi Polri dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Polres Serang Bedah Rumah Warga Kurang Mampu saat HUT ke-80 Bhayangkara
Bagi dia, Polri telah membangun lebih dari seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dinilai memiliki kualitas sangat baik.
“Saya tidak ragu-ragu sampaikan di sini, dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik. Dan ini bukan kata saya. Banyak pengamat, banyak peninjau dari lembaga-lembaga dunia yang datang ke Indonesia melihat dapur-dapur tersebut, dan di antaranya sebagian besar yang dilihat adalah dapur-dapur dari Polri,” ungkap Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo juga mengapresiasi peran Polri dalam membantu masyarakat melalui pembangunan sumur bor, jembatan, serta kehadiran di garis depan saat terjadi bencana.
“Semangat inilah yang harus terus saudara-saudara pelihara,” imbuhnya.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Anggota Polri Dapat Gaji dan Fasilitas dari Uang Rakyat
Di sisi lain, Prabowo mengingatkan Polri untuk menegakkan hukum secara adil dan memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat yang lemah.
"Saya tekankan kembali, rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan. Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani," kata Prabowo.
Ia menyebut, posisi Indonesia sebagai negara hukum menuntut aparat penegak hukum untuk terus menjaga integritas agar setiap warga negara memperoleh rasa aman dan keadilan.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan pentingnya menghormati dan melindungi masyarakat yang taat pada hukum.
"Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah hukum. (Hukum) tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas," katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapa pun oknum yang berupaya mempermainkan hukum demi kepentingannya sendiri.
Menurutnya, hukum diciptakan untuk melindungi masyarakat dari berbagai tindakan yang merugikan, bukan justru menjadi alat untuk merugikan masyarakat.
Atas dasar itu, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah memberikan ruang bagi kekebalan hukum.
"Hukum tidak boleh menjadi alat bagi mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan bahwa berbagai bentuk kejahatan yang mengancam bangsa masih memerlukan perhatian serius.
Mulai dari peredaran narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, hingga praktik ekonomi ilegal dinilai menjadi ancaman nyata bagi masa depan Indonesia.
Meski demikian, Prabowo mengapresiasi berbagai capaian Polri bersama kementerian, lembaga, dan instansi terkait dalam memberantas berbagai kejahatan tersebut.
Namun, ia juga mengingatkan Polri untuk tidak berpuas diri karena tantangan yang dihadapi Indonesia masih sangat besar.
“Tetapi saya juga mengatakan dan mengingatkan jangan kita lengah, jangan pernah cepat puas. Tantangan masih besar, rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu, tantangan saudara, tantangan kita semua masih besar dan masih banyak," ujar dia. (cr-4).
