WhatsApp Username Dinilai Tingkatkan Privasi, tetapi Tetap Menyimpan Risiko Penipuan

Selasa 30 Jun 2026, 21:00 WIB
Ilustrasi tampilan fitur username WhatsApp yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi. (Sumber: X)
Ilustrasi tampilan fitur username WhatsApp yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi. (Sumber: X)

POSKOTA.CO.ID - Fitur username di WhatsApp membuka cara baru berkomunikasi tanpa membagikan nomor telepon, namun keamanan tetap bergantung pada cara implementasi dan kewaspadaan pengguna.

WhatsApp bersiap menghadirkan salah satu perubahan terbesar dalam sejarah platformnya melalui fitur username. Pembaruan yang diperkirakan menjadi bagian dari update WhatsApp 2026 ini memungkinkan pengguna saling terhubung tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi.

Langkah tersebut menandai perubahan besar pada sistem identitas WhatsApp yang selama ini selalu bergantung pada nomor ponsel. Kini, pengguna akan memiliki identitas digital berupa username, serupa dengan konsep yang telah lebih dulu diterapkan oleh Telegram, Discord, hingga Instagram.

Perubahan ini dinilai mampu menjawab salah satu persoalan terbesar WhatsApp, yakni perlindungan privasi. Selama bertahun-tahun, pengguna harus memberikan nomor telepon kepada siapa pun yang ingin menghubungi mereka, termasuk orang yang baru dikenal melalui komunitas, kelas daring, maupun pekerjaan.

Padahal, nomor telepon saat ini bukan sekadar alat komunikasi. Nomor tersebut telah menjadi bagian dari identitas digital yang terhubung dengan layanan perbankan, kode OTP, media sosial, hingga berbagai akun penting lainnya.

Baca Juga: Gigi Sensitif Makin Parah? 5 Kebiasaan Sepele Ini jadi Penyebabnya

Username Berpotensi Mengurangi Risiko Kebocoran Data

Kehadiran username dinilai menjadi solusi untuk mengurangi paparan data pribadi ketika bergabung dalam grup atau berinteraksi dengan orang yang belum dikenal.

Selama ini, seluruh anggota grup WhatsApp dapat melihat nomor telepon satu sama lain. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengumpulkan nomor pengguna, mengirim spam promosi, hingga melakukan upaya penipuan melalui rekayasa sosial (social engineering).

Dengan sistem username, pengguna memiliki pilihan untuk berkomunikasi tanpa harus mengungkap nomor telepon pribadi. Jika diterapkan secara konsisten, fitur ini berpotensi meningkatkan standar privasi yang selama ini menjadi salah satu kelemahan WhatsApp.

Risiko Baru Tetap Mengintai

Di balik peningkatan privasi, sistem username juga membawa tantangan keamanan baru. Salah satu yang paling berpotensi muncul adalah penyamaran identitas atau impersonation.

Pelaku kejahatan siber dapat mencoba menggunakan nama yang menyerupai institusi resmi atau layanan pelanggan untuk memperoleh kepercayaan korban. Modus seperti ini sebelumnya telah banyak ditemukan di berbagai platform media sosial maupun aplikasi perpesanan lain.

Karena itu, keberhasilan fitur username tidak hanya ditentukan oleh konsepnya, tetapi juga oleh sistem pengawasan yang diterapkan WhatsApp. Moderasi username, verifikasi akun resmi, hingga deteksi otomatis terhadap aktivitas mencurigakan menjadi komponen penting agar fitur tersebut tidak dimanfaatkan oleh pelaku phishing maupun scam.

Tidak Ada Direktori Username Publik Dinilai Lebih Aman

Salah satu keputusan yang dinilai tepat adalah tidak adanya direktori username yang bisa diakses publik.

Artinya, pengguna tidak dapat mencari daftar username secara bebas seperti di media sosial. Pendekatan ini diyakini mampu mengurangi penyebaran spam karena pelaku tidak bisa dengan mudah mengumpulkan jutaan username untuk mengirim pesan massal.

Kebijakan tersebut sekaligus memperkecil peluang praktik scraping data yang selama ini menjadi salah satu sumber penyebaran spam digital.

Lapisan Keamanan Tambahan Melalui Username Key

Selain username, WhatsApp juga dikabarkan menyiapkan fitur opsional bernama username key.

Konsepnya sederhana, seseorang tidak cukup hanya mengetahui username untuk memulai percakapan. Pengguna juga dapat mengaktifkan kunci tambahan sebagai lapisan verifikasi sebelum menerima pesan dari orang yang belum dikenal.

Fitur ini diperkirakan akan bermanfaat bagi:

  • Figur publik yang sering menerima pesan dari banyak orang.
  • Jurnalis yang membutuhkan jalur komunikasi lebih aman.
  • Pemilik bisnis dan layanan pelanggan.
  • Kreator konten serta profesional yang aktif berinteraksi dengan pengguna baru.

Meski demikian, perlindungan digital tetap membutuhkan peran pengguna. Menghindari tautan mencurigakan, tidak membagikan kode OTP, serta mewaspadai akun yang mengaku sebagai admin resmi tetap menjadi langkah penting untuk mencegah penipuan.

Baca Juga: Jalan Penghubung di Lebak Banten Longsor, Akses Tiga Desa Terhambat

Perebutan Username Diprediksi Tak Terhindarkan

Dengan jumlah pengguna WhatsApp yang telah mencapai miliaran akun di seluruh dunia, perebutan username diperkirakan menjadi tantangan berikutnya.

Nama pendek, mudah diingat, maupun berkaitan dengan merek tertentu kemungkinan akan menjadi incaran banyak orang. Kondisi ini berpotensi memunculkan praktik username squatting, yaitu mengamankan username hanya untuk dijual kembali kepada pihak lain.

Karena itu, WhatsApp diperkirakan perlu menerapkan kebijakan seperti pembatasan perubahan username, pengembalian username yang lama tidak aktif, hingga perlindungan terhadap nama merek resmi agar sistem tetap berjalan secara adil.

Fitur username membawa arah baru bagi WhatsApp dalam meningkatkan privasi penggunanya. Kemampuan berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon menjadi nilai tambah yang selama ini banyak diharapkan pengguna.

Namun, peningkatan privasi bukan berarti menghilangkan seluruh risiko keamanan. Efektivitas fitur ini tetap bergantung pada implementasi sistem moderasi, verifikasi akun, serta kemampuan WhatsApp dalam menekan penyalahgunaan username.

Pada akhirnya, teknologi dapat menghadirkan perlindungan yang lebih baik, tetapi kewaspadaan pengguna tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.


Berita Terkait


News Update