JAKARTA, POSKOTA .CO.ID – Pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Sejahtera Ciracas, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah seorang peserta BPJS Kesehatan mengeluhkan penanganan yang diterimanya saat membawa anaknya yang terluka untuk mendapatkan pertolongan medis.
Keluhan tersebut disampaikan Christian, warga Ciracas, yang mengaku mendatangi Klinik Pratama Sejahtera Ciracas setelah putrinya, Achiera Micell Gracia Silitonga (3), mengalami luka pada bagian pipi, mulut, dan hidung akibat terjatuh saat bermain.
Menurut Christian, kondisi anaknya saat itu cukup mengkhawatirkan karena mengalami pendarahan. Ia pun segera membawa sang anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
“Jadi awalnya itu anak saya sedang bermain sama temannya dan alami musibah. Melihat anak saya dengan luka-luka dan mengeluarkan darah saya langsung bergegas bawa ke klinik,” kata Christian, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Jakarta 25 Juni 2026: Ini Lokasi, Syarat, dan Biaya Perpanjangannya
Setibanya di klinik, Christian mengaku keluarganya diminta melakukan proses pendaftaran terlebih dahulu sebelum anaknya mendapatkan tindakan medis.
“Istri saya bilang, ‘Pak tangani dulu ini anak saya sudah berdarah-darah.’ Namun petugas meminta daftar terlebih dahulu dan belum dilakukan tindakan,” ujarnya.
Christian menuturkan, perdebatan kemudian terjadi saat petugas menanyakan fasilitas kesehatan (faskes) BPJS yang terdaftar. Menurutnya, anaknya seharusnya bisa mendapatkan pertolongan pertama terlebih dahulu mengingat kondisinya membutuhkan penanganan segera.
“Saya jelaskan bahwa anak saya perlu pertolongan pertama di ruangan tindakan. Kalau kondisi urgent, yang saya tahu tidak perlu harus sesuai faskes terlebih dahulu,” katanya.
Baca Juga: Mantan Kapolres Bima Bantah Terima Aliran Dana Bandar Narkoba, Sebut Tuduhan Tak Berdasar
Situasi semakin memanas hingga terjadi adu argumen antara keluarga pasien dan petugas. Christian mengaku sempat merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam sebagai dokumentasi.
Namun, ia menuding ponselnya ditepis oleh salah satu tenaga kesehatan hingga terjatuh dan mengalami kerusakan pada bagian layar.
“Handphone saya ditepis hingga rusak pada bagian layar. Saat itu juga sempat terjadi keributan dan hampir terjadi baku hantam,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Christian berharap Dinas Kesehatan Jakarta Timur maupun Kementerian Kesehatan dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di klinik tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pihak Klinik Janji Akan Periksa Nakes
Menanggapi keluhan tersebut, HRD Klinik Pratama Sejahtera Ciracas, Firli, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal terhadap tenaga kesehatan yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami akan segera memanggil perawat yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi terkait permasalahan dengan keluarga pasien. Jika terbukti melakukan pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Firli.
Ia menambahkan, laporan terkait kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada pimpinan klinik untuk ditindaklanjuti.
Firli mengaku pihak manajemen menyayangkan apabila terdapat tindakan yang tidak sesuai standar pelayanan kesehatan, terlebih jika sampai menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarganya.
“Kami menyayangkan sekali jika ada sikap yang tidak semestinya dalam pelayanan, apalagi sampai menimbulkan kerugian bagi pasien,” ujarnya.
Pihak Klinik Pratama Sejahtera Ciracas memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan kinerja petugas guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan.