Menurutnya, dengan pendekatan interaktif dan berbasis pengalaman, para peserta diajak memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik.
"Tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter siswa yang memiliki empati, menghargai perbedaan, serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat," katanya.
Perwakilan Manajemen PAMA menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Karena itu, upaya pencegahan bullying harus dilakukan secara sistematis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"PAMA meyakini bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Perwakilan PAMA ingin memperkuat kapasitas para guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai karakter, membangun budaya empati, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan," ujar perwakilan Manajemen PAMA.
Apresiasi juga datang dari perwakilan guru SDN Jatinegara 06 yang menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi tenaga pendidik saat ini.
Menurutnya, guru membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga mampu menciptakan suasana kelas yang sehat dan inklusif.
"Pelatihan ini memberikan wawasan baru sekaligus strategi yang dapat langsung diterapkan di kelas. Kami tidak hanya memahami konsep pencegahan bullying, tetapi juga belajar bagaimana membangun komunikasi yang positif dan budaya saling menghargai di antara peserta didik. Rencana tindak lanjut yang kami susun diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan sekolah yang lebih ramah anak," ungkapnya.
Melalui pelatihan tersebut, PAMA berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan dapat terus diperkuat dalam membangun ekosistem belajar yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Dengan guru sebagai agen perubahan, nilai-nilai empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama diharapkan tumbuh menjadi budaya yang mengakar di lingkungan sekolah, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta mampu membangun kehidupan sosial yang harmonis. (cr-4)
