Perwakilan Manajemen PAMA saat menyelenggarakan Pelatihan Guru bertema Penguatan Pendidikan Karakter dan Pencegahan Bullying yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA RAYA

PAMA Gelar Pelatihan Guru, Dorong Sekolah Ciptakan Lingkungan Belajar Bebas Bullying

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Salah satunya dilakukan PAMA melalui penyelenggaraan Pelatihan Guru bertema Penguatan Pendidikan Karakter dan Pencegahan Bullying yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 50 guru dari SDN Jatinegara 06, SDN Jatinegara 10, dan SDN Jatinegara 15 sebagai bagian dari komitmen bersama membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi empati, saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama.

Perwakilan Manajemen PAMA mengatakan, selama dua hari pelatihan, para guru tidak hanya memperoleh materi mengenai strategi pembelajaran berbasis karakter, tetapi juga dibekali cara mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying ke dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga: KONI KBB Fokus Bidik Prestasi Porprov Jabar 2026, Pengurus Baru Diminta Perkuat Soliditas

"Para peserta diajak memahami bagaimana membangun budaya empati di dalam kelas sehingga peserta didik merasa aman, dihargai, dan memiliki ruang untuk berkembang," ujar Perwakilan PAMA dalam keterangannya, Senin, 22 Juni 2026.

Perwakilan Manajemen PAMA menyampaikan,  pelatihan juga menghadirkan workshop penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

"Melalui sesi ini, setiap guru menyusun program sederhana pencegahan bullying yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan karakteristik sekolah masing-masing, sehingga materi yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik nyata di lingkungan sekolah," ucap Perwakilan PAMA.

Lebih lanjut, pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keahlian, yakni Bayu Purnomo sebagai coding dan AI enthusiast, Deceiria Sinaga sebagai psikolog anak, serta Esti Ernawati sebagai trainer pendidikan.

Baca Juga: Minta Keadilan, Guru Honorer Madrasah Berunjuk Rasa di DPR

"Ketiganya memberikan perspektif berbeda mengenai pentingnya membangun karakter peserta didik di era digital, mengenali dampak psikologis perundungan, hingga menciptakan metode pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap saling menghormati," ungkap Perwakilan PAMA.

Menurutnya, dengan pendekatan interaktif dan berbasis pengalaman, para peserta diajak memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik.

"Tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter siswa yang memiliki empati, menghargai perbedaan, serta mampu membangun hubungan sosial yang sehat," katanya.

Perwakilan Manajemen PAMA menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Karena itu, upaya pencegahan bullying harus dilakukan secara sistematis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

"PAMA meyakini bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal," ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Perwakilan PAMA ingin memperkuat kapasitas para guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai karakter, membangun budaya empati, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan," ujar perwakilan Manajemen PAMA.

Apresiasi juga datang dari perwakilan guru SDN Jatinegara 06 yang menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi tenaga pendidik saat ini.

Menurutnya, guru membutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga mampu menciptakan suasana kelas yang sehat dan inklusif.

"Pelatihan ini memberikan wawasan baru sekaligus strategi yang dapat langsung diterapkan di kelas. Kami tidak hanya memahami konsep pencegahan bullying, tetapi juga belajar bagaimana membangun komunikasi yang positif dan budaya saling menghargai di antara peserta didik. Rencana tindak lanjut yang kami susun diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan sekolah yang lebih ramah anak," ungkapnya.

Melalui pelatihan tersebut, PAMA berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan dapat terus diperkuat dalam membangun ekosistem belajar yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Dengan guru sebagai agen perubahan, nilai-nilai empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama diharapkan tumbuh menjadi budaya yang mengakar di lingkungan sekolah, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta mampu membangun kehidupan sosial yang harmonis. (cr-4)

Tags:
guruPAMAPencegahan Bullying

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor