Teknologi Penerbangan jadi Kunci Penguatan Kedaulatan Maritim Indonesia

Rabu 17 Jun 2026, 14:27 WIB
Guru Besar Teknologi dan Sains UIN Syarif Hidayatullah, Achmad Tjachja Nugraha. (Sumber: Istimewa)
Guru Besar Teknologi dan Sains UIN Syarif Hidayatullah, Achmad Tjachja Nugraha. (Sumber: Istimewa)

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Penguatan teknologi penerbangan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Demikian diungkapkan Guru Besar Teknologi dan Sains UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, saat menyoroti perkembangan kemampuan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) di usia ke-70 tahun.

Menurutnya, transformasi teknologi yang dilakukan Puspenerbal menunjukkan peningkatan kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan yang semakin kompleks.

"Pada usia ke-70 tahun, Puspenerbal menunjukkan transformasi yang sangat positif,” ujar Achmad, kepada Poskota.

Baca Juga: Prof. Achmad Sepakat dengan BNN, Vape Disebut Bisa Jadi Media Narkotika

Ia menyebut, modernisasi sistem penerbangan, penguatan patroli maritim, pemanfaatan teknologi sensor, penginderaan jarak jauh, hingga pengembangan wahana udara tanpa awak menjadi langkah strategis dalam upaya memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia.

"Penguasaan teknologi penerbangan tidak hanya penting untuk pertahanan, tetapi juga mendukung keselamatan pelayaran, pemantauan sumber daya kelautan, mitigasi bencana, serta operasi kemanusiaan," ucapnya.

Kata dia, luasnya wilayah perairan Indonesia membutuhkan dukungan teknologi yang terintegrasi, mulai dari sistem informasi, kecerdasan data, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia membutuhkan kemampuan pengawasan laut yang didukung integrasi teknologi penerbangan dan sistem informasi yang kuat," tuturnya.

Achmad juga mendorong peningkatan kerja sama antara Puspenerbal, perguruan tinggi, industri, dan lembaga riset nasional untuk mempercepat pengembangan teknologi kedirgantaraan serta kemaritiman.

"Sinergi antara dunia akademik, industri, dan institusi pertahanan sangat penting agar Indonesia mampu membangun kemandirian teknologi," tambahnya.


Berita Terkait


News Update