JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di sejumlah titik di Jakarta hari ini dinilai masih memiliki posisi penting dalam dinamika politik nasional.
Analis politik dari Trias Politika Strategis, Faizal Didik menilai gerakan mahasiswa memiliki kekuatan moral dan politik yang dapat memengaruhi arah kebijakan pemerintah.
Menurut Faizal, salah satu alasan gerakan mahasiswa masih diperhitungkan adalah karena sejarah panjang keterlibatan mahasiswa dalam mendorong perubahan politik di Indonesia.
“Mahasiswa punya kekuatan untuk membuat pemerintah berpikir ulang terhadap berbagai kebijakan. Secara historis, gerakan mahasiswa pernah memainkan peran besar dalam mendorong perubahan politik nasional,” kata Faizal kepada Poskota melalui pesan, Jumat, 12 Juni 2026.
Baca Juga: Demo di Bundaran HI, Dishub DKI Alihkan Arus Lalu Lintas Sudirman-Semanggi
Ia menyinggung peristiwa reformasi 1998 yang menjadi salah satu momentum penting ketika gerakan mahasiswa berhasil menjadi motor penggerak perubahan.
Selain faktor historis, Faizal menilai saat ini sebagian masyarakat masih menaruh harapan pada kekuatan kolektif mahasiswa untuk menyuarakan berbagai aspirasi publik.
Menurutnya, kelompok mahasiswa masih dianggap memiliki independensi dan daya kritis yang kuat dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Kenapa mahasiswa turun hari ini menjadi penting, karena publik melihat mahasiswa masih menjadi salah satu kekuatan yang mampu menyuarakan kepentingan masyarakat secara kolektif,” ujarnya.
Baca Juga: Demo di Jakarta Memanas, Massa Aksi Dihadang Aparat di Jalan Sudirman
Faizal juga menyoroti adanya sejumlah upaya pengamanan dan penyekatan yang dilakukan aparat di beberapa titik menjelang aksi mahasiswa.
Menurut dia, langkah tersebut tidak bisa dilepaskan dari pengalaman pemerintah dalam menghadapi berbagai gelombang demonstrasi besar di masa lalu.
“Pengalaman dari berbagai aksi sebelumnya membuat pemerintah cenderung lebih waspada. Prinsipnya lebih baik melakukan pencegahan agar situasi tetap terkendali,” tuturnya.
Diketahui, aksi mahasiswa belakangan kembali digelar untuk menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah.
