"Untuk memahami pikiran, komitmen, sikap dan pemikiran politik Pak Bahlil ke depan, itu sudah diuraikan dalam bukunya. Fokusnya adalah bagaimana mensukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini," ujar Idrus.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemerintahan Prabowo dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional pada periode-periode berikutnya.
Baca Juga: Golkar DKI Bagikan 6.000 Paket Sembako dan Gelar Pasar Murah di Seluruh Jakarta
"Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya," katanya.
Lebih lanjut, Idrus mengungkapkan bahwa dalam buku tersebut Bahlil juga menyampaikan gagasan mengenai pentingnya membangun koalisi permanen bersama Golkar dan partai-partai pendukung pemerintah.
Menurut Idrus, konsep tersebut tetap menempatkan Prabowo sebagai figur sentral dalam kepemimpinan koalisi.
"Di dalam buku itu Pak Bahlil menyampaikan perlunya koalisi permanen ke depan bersama Golkar, tentu di bawah pimpinan Pak Prabowo. Itu yang menjadi gagasan yang disampaikan," ujarnya.
Baca Juga: Idrus Marham soal Bencana di Sumatra: Jangan Saling Menyindir, Turun ke Lokasi Bencana
Idrus menegaskan bahwa karakter politik Bahlil selama ini menunjukkan konsistensi antara pernyataan dan tindakan. Ia menilai Bahlil merupakan kader yang tumbuh melalui proses panjang sebagai aktivis dan politisi yang ditempa dalam berbagai pengalaman organisasi.
"Pak Bahlil adalah seorang aktivis yang ditopang oleh perjuangan panjang. Tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain," kata Idrus.
Menurutnya, komitmen Bahlil hingga saat ini tetap sama, yakni membesarkan Golkar, meningkatkan jumlah kursi partai, serta memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan sukses.
"Pak Bahlil tetap konsisten bahwa fokusnya adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini sukses," ujarnya.
