POSKOTA.CO.ID - Nama Chatib Basri tengah menjadi perbincangan usai muncul isu yang menyebut dirinya berpeluang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Isu tersebut mencuat ketika rupiah menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Meski demikian, pemerintah bergerak cepat untuk meluruskan informasi yang beredar.
Istana menegaskan, hingga saat ini tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa isu tersebut tidak benar.
Menurut Prasetyo, pemerintah saat ini justru fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui koordinasi yang erat antar lembaga terkait.
"Nggak ada, saya kita tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga kan, tidak ada rencana pergantian," ungkap dia di Istana Kepresidenan Jakarta.
Prasetyo juga menekankan, sinergi antar lembaga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus meredam dampak dari berbagai tekanan eksternal.
"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," sebut Prasetyo.
Terlepas dari bantahan pemerintah, siapa sebenarnya Chatib Basri yang namanya kembali dikaitkan dengan kursi Menteri Keuangan?
Bagaimana rekam jejaknya di bidang ekonomi hingga membuat namanya kerap muncul dalam berbagai diskusi mengenai kebijakan fiskal dan ekonomi nasional?
Baca Juga: Viral Video Ciuman Sesama Jenis Mahasiswa PNJ, Pelaku Terancam Sanksi Ini
Chatib Basri Siapa dan Di Mana Sekarang?
Chatib Basri merupakan salah satu ekonom Indonesia yang lahir di Jakarta, 22 Agustus 1965 dan pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia sejak 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014.
Selama lebih dari dua dekade, Chatib Basri aktif memberikan pandangan dan analisis mengenai berbagai isu ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Perjalanan akademik Chatib Basri dimulai di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Di kampus tersebut, ia menekuni bidang ekonomi dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1992.
Keinginannya untuk memperdalam ilmu ekonomi kemudian membawanya melanjutkan pendidikan ke Australia.
Di negara tersebut, Chatib menempuh studi lanjutan dan memperoleh gelar Master of Economic Development pada tahun 1996.
Tidak berhenti sampai di sana, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hingga berhasil menyelesaikan program doktor atau Ph.D bidang ekonomi di The Australian National University pada tahun 2001.
Baca Juga: Sosok AZ Mahasiswa PNJ Siapa? Ini Kronologi dan Pengakuannya Setelah Video Ciuman Sesama Jenis Viral
Setelah menyelesaikan pendidikan, Chatib Basri aktif berkarier sebagai akademisi dan peneliti ekonomi.
Dirinya dikenal sebagai pengajar yang banyak berkontribusi dalam pengembangan ilmu ekonomi di Indonesia.
Hingga kini, Chatib masih aktif mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Karier Chatib Basri tidak hanya berkembang di lingkungan akademik. Ia juga memiliki peran yang cukup besar di sektor bisnis dan korporasi nasional.
Pada Februari 2020, Chatib dipercaya menduduki posisi Komisaris Utama PT Bank Mandiri Tbk, salah satu bank terbesar di Indonesia.
Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjabat sebagai Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk.
Lebih lanjut, Chatib Basri masih aktif menjalankan sejumlah jabatan strategis. Salah satunya adalah sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional.
Dirinya resmi dilantik sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional pada 5 November 2024.
Di luar aktivitasnya sebagai akademisi dan pejabat perusahaan, Chatib Basri juga dikenal sebagai pendiri CReco Research.