Karena itu, umat Muslim tidak diperbolehkan menjalankan puasa sunnah maupun puasa biasa pada hari-hari tersebut, kecuali dalam kondisi tertentu yang diatur syariat.
Larangan ini didasarkan pada sejumlah hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa Hari Tasyrik merupakan waktu untuk menikmati nikmat Allah SWT dan memperkuat syiar Islam.
Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik
Meski tidak diperbolehkan berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh selama Hari Tasyrik.
Baca Juga: Jadwal Libur Anak Sekolah Selama Bulan Puasa Ramadhan 2026, Ini Daftar Tanggalnya
- Memperbanyak Dzikir
Salah satu amalan utama di Hari Tasyrik adalah berdzikir kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 203 dan sejumlah riwayat hadis.
وقال ابنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ أَيَّامُ العَشْرِ والأَيَّامُ المَعْدُوْدَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ وكَانَ ابنُ عُمَرُ وأَبُو هُرَيْرَةَ كَانَا يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أيَّامِ العَشْرِ يُكبِّرَانِ، ويُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا وكَبَّرَ مُحَمَّدٌ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَافِلَةِ
Artinya: “Ibnu Abbas ra. mengatakan, ‘Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu,’ (Surat Al-Baqarah ayat 203). ‘Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik.’ Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra. keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah,” (HR Bukhari).
Pada masa itu, para sahabat seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah juga memperbanyak takbir di tempat umum sehingga diikuti kaum Muslimin lainnya.
- Membaca Takbir, Tahmid, dan Tahlil
Selain dzikir, umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tahlil selama Hari Tasyrik.
Ibnu Hajar Al-Asqalani meriwayatkan adanya anjuran untuk memperbanyak kalimat tauhid dan pujian kepada Allah SWT pada hari-hari tersebut.
وقد وقع في رواية بن عمر من الزيادة في آخره فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّحْمِيْدِ وَالتَّكْبِيْرِ
Artinya: “Pada riwayat Ibnu Umar ada tambahan kalimat di akhir, ‘Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik,’” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/529).
Amalan ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus menyemarakkan syiar Idul Adha di tengah masyarakat.
Puasa sunnah Kamis pada 28 Mei 2026 tidak diperbolehkan karena bertepatan dengan Hari Tasyrik pertama, yakni 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
