“Kita sekarang rata-rata hanya 20 sampai 25 ton sampah per hari yang bisa dikelola di TPST. Padahal konsep dari kementerian seharusnya 50 ton per hari. Mudah-mudahan nanti setelah optimalisasi mesin kita bisa mencapai target tersebut,” jelasnya.
Dalam proses pengelolaan, sampah yang masuk ke TPST dipilah petugas berdasarkan jenisnya, mulai material RDF, plastik, sampah rumah tangga hingga residu. Dari total sampah yang masuk, sekitar 25 persen dapat diolah menjadi RDF, sementara sisanya berupa residu, dan material lainnya.
Ia juga menerangkan, saat ini TPST Kertamukti baru melayani sebagian wilayah Kecamatan Cibitung, tepatnya empat desa di sekitar lokasi TPST. Sementara untuk penanganan sampah di wilayah kerja UPTD III yang meliputi tiga kecamatan, pihaknya hanya didukung 38 armada dump truck.
“Kalau bicara cukup atau kurang, tentu masih jauh sekali. Cibitung sekarang sudah menjadi wilayah perkotaan, penduduknya padat dan volume sampah terus meningkat setiap tahun,” tuturnya.
Sopyan berharap keberadaan TPST Kertamukti dapat terus dijaga dan dikembangkan agar tetap beroperasi secara optimal. Ia bersyukur TPST tersebut merupakan hibah yang diperoleh tanpa menggunakan APBD Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Ribuan Pelajar Meriahkan Pembukaan Popda XIII Kabupaten Bekasi 2026 di Sport Plus Sukatani
“Kita bersyukur mendapatkan hibah TPST ini tanpa menggunakan APBD Kabupaten Bekasi. Karena di daerah lain banyak TPST yang akhirnya mangkrak akibat minim anggaran. Alhamdulillah TPST Kertamukti masih tetap eksis dan berjalan meskipun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki,” tuturnya.
