"Kalau menurut saya sih ya bagus aja, sangat mendukung satu langkah kedepan lebih maju dalam mengolah sampah," ucapnya.
Baca Juga: Pastikan Pengolahan Sampah Berjalan Optimal, Pj Wali Kota Tangerang Sidak TPA dan TPPS
Namun, pria asal Kembangan ini berujar, salah satu masalah yang perlu diperhatikan pemerintah Jakarta yakni terkait kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.
Menurutnya, masih banyak masyarakat khususnya di Jakarta yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, proses pemilahan sampah di lapangan juga tidak optimal.
"Sementara Pemprov DKI kalau ruang terbuka hijau menyediakan tong sampah yang warnanya merah, hijau, nah sementara di box sampah itu isinya masih campur-campur. Jadi masyarakat itu memang masih kurang edukasinya soal pemilahan sampah, gitu," sambung Chandra.
Chandra beranggapan, hal ini yang menjadi pekerjaan Pemerintah Jakarta terkait edukasi masyarakat dalam membuang sampah yang baik. Salah satunya melalui program pemilahan sampah di setiap Kelurahan.
"Langkah Pemprov sebenarnya sudah baik, tapi memang masyarakat masih cuek. Ketika masyarakatnya sudah sadar, pengolahan sampah di Jakarta mestinya lebih baik," tutur dia.
Warga lain asal Jakarta Barat, Dony Ridwan, 34 tahun, melihat langkah Pemprov DKI Jakarta yang ingi mencontoh pengolahan sampah dari Kota lain merupakan langkah yang baik.
Bahkan ia menilai ini merupakan langkah jangka panjang yang akan disiapkan Pemprov DKI Jakarta dalam pengolahan sampah di Jakarta.
"Tetapi alangkah baiknya untuk program inu perlu ditinjau juga dari kesiapan masyarakatnya, ucap Dony.
Dony sendiri sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Pemprov DKI Jakarta bahwa sebagus apapun teknologi jika masyarakatnya belum sadar maka pengolagan sampah dikhawatirkan tidak maksimal.
"Jadi selain program harus disiapkan secara matang, juga perlu disiapkan mental para masyarakat dan dibuat mitigasi-mitigasi untuk masyarakat sendiri dalam pengolahan sampah," katanya.
