Salah satu warga Jakarta Selatan, Mohamad Agam, 33 tahun menyambut baik Pemprov DKI Jakarta dalam menangani permasalahan sampah dengan cara mencontoh cara pengelolaan sampah dari negara lain itu.
"Ya namanya tujuan untuk memperbaiki ya udah pasti bail ya," kata pria yang akrab disapa Agam kepada Pos Kota, Selasa, 18 Mei 2026.
Namun demikian, sebagai warga, Agam meminta Pemprov DKI memperhatikan sejumlah aspek dalam pengolahan sampah. Salah satunya yaitu lokasi pengolahan dan juga bagaimana kondisi di lapangan.
Baca Juga: Bandung Bedas Green Techno, Inovasi Pengolahan Sampah Solusi Perubahan Iklim
"Di mana peran masyarakat khususnya yang tinggal di permukiman padat harus dilibatkan. Kemudian sosialisasinya juga harus kencang," katanya.
Agam berujar, jika Pemprov DKI Jakarta ingin meniru pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, perlu diperhatikan lokasi yang akan dibangun untuk mengolah sampah masyarakat tersebut.
"Apakah Bantar Gebang mampu? Nah ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Jakarta," katanya.
Di sisi lain, Agam juga berujar, pemerintah Jakarta bisa melakulan langkah kecil pengolahan sampah dari hulu dengan melibatkan petugas kebersihan seperti pasukan oranye atau pasukan PPSU.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Berencana Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah di Kepulauan Seribu
"Jadi PPSU tidak hanya memungut sampah di jalan, tapi ikut mengolah, memilah dari hulunya," kata dia.
Hal senada disampaikan Dani Chandraditya, 28 tahun warga Jakarta Barat yang menyambut baik keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam pengolahan sampah dengan cara meniru pengolahan sampah dari Kota lain.
Menurutnya, ini merupakan langkah atau gebrakan bagi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk membuktikan jika Jakarta sangat bisa mengolah sampah dengan baik.
