POSKOTA.CO.ID - VVivo dikabarkan sedang menyiapkan smartphone terbaru mereka, Vivo S60, yang disebut membawa baterai jumbo 7.200mAh dengan dukungan pengisian cepat 90W. Informasi ini mulai ramai dibicarakan setelah sejumlah laporan dari China menyebut perangkat tersebut telah memasuki tahap akhir pengujian internal menjelang peluncuran resminya pada 2026.
Meski vivo belum memberikan konfirmasi resmi, bocoran ini langsung menarik perhatian karena kapasitas baterainya jauh di atas rata-rata smartphone premium saat ini.
Sebagian besar ponsel kelas menengah dan flagship modern masih berada di rentang 5.000mAh hingga 6.000mAh. Jika rumor tersebut benar, Vivo S60 berpotensi menjadi salah satu seri S dengan baterai terbesar yang pernah dirilis vivo.
Peningkatan kapasitas baterai ini memperlihatkan perubahan fokus industri smartphone dalam beberapa tahun terakhir. Produsen kini tidak lagi hanya bersaing pada kamera dan performa chipset, tetapi juga pada daya tahan perangkat untuk mendukung aktivitas harian yang semakin berat.
Penggunaan smartphone saat ini memang jauh lebih intensif dibanding beberapa tahun lalu. Aktivitas seperti mobile gaming, streaming video resolusi tinggi, multitasking aplikasi, hingga penggunaan fitur AI generatif membuat kebutuhan baterai besar menjadi semakin penting bagi pengguna.
Baca Juga: Bupati Bandung Barat Dorong Pengelolaan Sampah Modern, TPPAS Sarimukti Bakal Jadi Sumber Listrik
Teknologi Silikon-Karbon Jadi Kunci Baterai Besar Tetap Tipis
Laporan yang beredar menyebut vivo kemungkinan memanfaatkan teknologi baterai silikon-karbon pada Vivo S60. Teknologi ini mulai banyak digunakan vendor smartphone China sejak 2024 karena mampu meningkatkan kepadatan energi tanpa membuat ukuran perangkat menjadi terlalu tebal.
Berbeda dengan baterai berbasis grafit konvensional, silikon-karbon memungkinkan penyimpanan daya lebih besar dalam ruang fisik yang relatif sama. Karena itu, produsen seperti Vivo, Oppo, Honor, hingga Realme mulai mengadopsinya untuk menghadirkan kombinasi desain tipis dan baterai berkapasitas besar.
Pendekatan tersebut dinilai cocok dengan identitas seri Vivo S yang selama ini dikenal mengedepankan desain premium dan bodi ramping. Meski membawa baterai besar, Vivo S60 diperkirakan tetap mempertahankan karakter stylish yang menjadi daya tarik utama lini tersebut di pasar anak muda.
Selain baterai jumbo, Vivo S60 juga disebut tetap mengusung layar AMOLED dengan refresh rate tinggi. Teknologi ini membuat animasi dan scrolling terasa lebih halus dibanding layar standar 60Hz, terutama saat digunakan untuk gaming maupun konsumsi konten multimedia.
Di sisi pengisian daya, dukungan fast charging 90W diperkirakan memakai teknologi FlashCharge milik vivo yang sebelumnya telah digunakan pada beberapa perangkat flagship mereka. Teknologi tersebut memungkinkan proses pengisian tetap cepat meski kapasitas baterai meningkat signifikan.
Baca Juga: Pria Disekap di Showroom Cakung, Motif Cicilan Motor Tertunggak
Persaingan Smartphone 2026 Mulai Bergeser ke Efisiensi Daya
Kemunculan Vivo S60 memperlihatkan bagaimana arah persaingan smartphone di 2026 mulai berubah. Jika sebelumnya kamera dan chipset menjadi fokus utama, kini efisiensi daya dan kecepatan pengisian baterai ikut menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian konsumen.
Pasar China menjadi salah satu wilayah yang paling agresif dalam tren ini. Vendor smartphone berlomba menghadirkan perangkat dengan baterai lebih besar tanpa mengorbankan desain dan kenyamanan penggunaan.
Bagi vivo sendiri, seri S memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara lini menengah dan premium. Seri ini kerap menjadi tempat vivo memperkenalkan pendekatan desain dan teknologi baru sebelum diterapkan lebih luas pada lini lain.
Hingga saat ini, detail resmi mengenai spesifikasi Vivo S60 memang masih belum diumumkan. Namun berbagai bocoran yang muncul menunjukkan bahwa vivo tampaknya sedang mempersiapkan kombinasi desain tipis, baterai besar, dan efisiensi daya sebagai nilai jual utama untuk bersaing di pasar smartphone 2026.