Obrolan Warteg: Tak Sebatas Kata Maaf

Selasa 19 Mei 2026, 15:27 WIB
Obrolan Warteg edisi Selasa, 19 Mei 2026: Kata maaf menuntut konsekuensi adanya perbaikan diri. Jangan setelah minta maaf, lantas selesai begitu saja. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan Warteg edisi Selasa, 19 Mei 2026: Kata maaf menuntut konsekuensi adanya perbaikan diri. Jangan setelah minta maaf, lantas selesai begitu saja. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID  – Kata maaf  bukan sebatas ucapan lisan, ungkapan penyesalan lewat kata maupun tulisan. Sejatinya dalam kata maaf terdapat janji untuk memperbaiki diri.

Janji untuk berbuat lebih baik lagi, setidaknya tidak mengulangi kesalahan, terlebih sama persis. Tentu, perbaikan diri itu dilakukan melalui aksi nyata, bukan sebatas kata.

“Kalau bilangnya mau memperbaiki kesalahan, tapi cuma ngomong doang tanpa kenyataan, itu  namanya omdo,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg awal pekan bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Itu namanya tak satunya kata dengan perbuatan seperti kandidat yang tebar janji saat kampanye pilkada, begitu terpilih, lupa akan janjinya,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Pindah IKN, Nanti Dulu

“Memangnya ada kepala daerah yang begitu?” tanya Heri.

“Bukan soal ada dan tiada, tetapi janji yang belum ditepati kerap menjadi obrolan masyarakat sehari – hari di warung kopi, tak terkecuali konsumen warteg,” kata Yudi.

“Kalau konsumen warteg seperti kita dong?” tanya Heri lagi.

“Kan ini lagi kita obrolin, lupa kalian,” jelas Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Lihatlah Isi Pesan, Jangan Siapa yang Kirim Pesan


Berita Terkait


News Update