POSKOTA.CO.ID - Xpeng G6 Pro SUV listrik yang berasal dari Tiongkok dengan desain futuristik dengan performa yang kencang serta sudah dilengkap teknologi canggih.
Xpeng G6 Pro merupakan lawan tangguh dari BYD Sealion 7 serta AION Hyptec ST untuk segmen SUV listrik menengah.
Di pasar Indonesia, Xpeng G6 Pro dijual dengan harga Rp679 juta On The Road (OTR) Jakarta.
Performa dan Kapasitas Baterai
Tim Poskota.co.id mendapatkan kesempatan untuk mencoba mobil listrik ini untuk varian G6 Pro. 0-100 km bisa diselesaikan hanya dalam waktu 6,7 detik saja dalam mode Sport.
Xpeng G6 Pro menggunakan baterai berkapasitas 80,8 kWh dengan tenaga sekitar 292 horse power dan torsi 440 nm yang diklaim mampu menempuh jarah 600 km menurut NEDC
Varian ini sudah mendukung fast charging yang bisa melakukan pengisian daya dari 10 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menitan.
Baca Juga: Dari Mobil Listrik hingga Robot AI, XPENG Perlihatkan Inovasi di IIMS 2026
Fitur ADAS Xpeng G6 Pro
XPeng G6 Pro sudah dilengkapi sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang tergolong paling lengkap di kelasnya.
Model ini mengusung sistem XPILOT dengan sekitar 20 fitur ADAS utama, yang dibuat untuk meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan berkendara.
Fitur bantuan berkendara juga meliputi Adaptive Cruise Control, Lane Centering Control, hingga Active Lane Change yang memungkinkan kendaraan berpindah jalur secara otomatis namun tetap berada dalam pengawasan pengemudi.
Dari sisi keselamatan aktif, ada Forward Collision Warning, Autonomous Emergency Braking, Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert, Rear Collision Warning, serta Door Open Warning.
Baca Juga: Xpeng Mulai Ekspansi ke Luar Jawa, Batam Jadi Lokasi Perdana
Konsumsi Baterai
Untuk konsumsi baterai Xpeng G6 Pro salah satu yang terhemat. Dalam pengujian yang dilakukan dari Jakarta-Bandung dengan rute sejauh 168 km dengan mengemudi santai dari Cibubur dengan rute tol JORR - Jalan Layang MBZ - Tol Jakarta-Cikampek - Tol Cipularang dengan kontur turunan dan tanjakan baterai yang digunakan dari 75 persen menjadi 35 persen.
