PALMERAH, POSKOTA.CO.ID - Penjualan sapi kurban di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, mengalami penurunan menjelang momen Iduladha 2026. Salah satu penjual Sapi Bali di Jalan Kemanggisan Raya mengaku omzet penjualan tahun ini menurun hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemilik peternakan Sapi Bali Kemanggisan, Iwan, 55 tahun mengatakan penurunan mulai terasa menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya jumlah peserta patungan kurban di sejumlah masjid.
“Mayoritas konsumen kami itu DKM masjid yang biasa patungan sapi. Sekarang kelihatannya jumlah patungan menurun, bahkan ada yang turun sampai 30 sampai 40 persen,” kata Iwan saat ditemui pada Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, biasanya satu kelompok di masjid mampu membeli hingga enam ekor sapi untuk kurban. Namun tahun ini jumlahnya berkurang drastis.
“Kalau biasanya ada yang motong sampai enam sapi, sekarang baru tiga sapi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kerugian akibat penurunan permintaan, Iwan mengurangi jumlah sapi yang dijual pada tahun ini. Ia hanya menyediakan sekitar 72 ekor sapi, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 90 ekor.
Saat ini, sapi yang tersisa di peternakannya hanya sekitar 14 ekor. Adapun harga Sapi Bali yang dijual dibanderol mulai Rp24 juta per ekor.
“Yang pertama memang antisipasi, terus memang ada pembatasan juga dari sananya,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 900 Hewan Kurban, Pastikan Iduladha di Jakarta Tertib dan Ramah Lingkungan
Sapi Bali Tetap jadi Favorit untuk Hewan Kurban
Meski penjualan menurun, Iwan menyebut Sapi Bali masih menjadi pilihan favorit sejumlah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk hewan kurban. Hal itu karena Sapi Bali dinilai memiliki kualitas daging yang lebih banyak dengan kandungan lemak lebih sedikit.
Menurutnya, Sapi Bali memiliki karakteristik tulang kecil dan kulit tipis sehingga menghasilkan bobot karkas daging yang lebih besar dibandingkan jenis sapi lainnya.
“Sapi Bali itu asli Indonesia. Karena tulangnya kecil dan kulitnya tipis, bobot daging karkasnya lebih besar dari sapi biasa,” jelasnya.
“Makanya banyak DKM masjid lebih memilih sapi Bali karena dagingnya lebih banyak dan lemaknya sedikit,” sambung Iwan.
Baca Juga: Warga Habiskan Waktu Libur Iduladha di Masjid Raya Al-A’Zhom Tangerang
Iwan juga memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang Idul Adha 2026.
Namun demikian, ia mengakui Sapi Bali memiliki kekurangan dari sisi tampilan fisik dibandingkan jenis sapi lainnya.
“Kalau kekurangannya mungkin penampilannya tidak semewah atau segagah sapi-sapi lain,” tuturnya.