Kondisi salah satu peternakan Sapi Bali Kemanggisan di Jalan Kemanggisan Raya, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 17 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Nasional

Pelemahan Daya Beli Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban, Ekonom Minta Pemerintah Perkuat Operasi Pasar

Minggu 17 Mei 2026, 21:42 WIB

POSKOTA.CO.ID -  Pelemahan daya beli masyarakat dinilai mulai mempengaruhi pasar penjualan hewan kurban dan daging sapi menjelang Hari Raya Iduladha 2026, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Kondisi tersebut dipicu penurunan pendapatan riil masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya logistik.

Ekonom Esther Sri Astuti mengatakan pelemahan daya beli masyarakat membuat konsumsi rumah tangga ikut menurun, termasuk dalam pembelian daging sapi dan hewan kurban.

“Karena pendapatan riil turun akibat pelemahan daya beli,” kata Esther melalui pesan singkat kepada Pos Kota, Minggu, 17 Mei 2026.

Baca Juga: Penjualan Sapi Bali di Jakbar Turun hingga 30 Persen Jelang Iduladha 2026

Menurut Esther, kenaikan harga daging sapi dipengaruhi meningkatnya biaya transportasi dan logistik akibat kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memperbesar tekanan harga di pasar.

Ia menjelaskan dampak penurunan daya beli terlihat dari perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian daging hingga mencari alternatif protein yang lebih murah.

Selain mengurangi jumlah pembelian, masyarakat juga mulai beralih ke sumber protein lain seperti daging kerbau yang dianggap lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.

“Sering kali pembelian dari 1 kilogram menjadi seperempat kilogram atau bahkan kurang,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Pilih Sapi Jenis Brangus Milik Peternak Balaraja untuk Kurban Iduladha 2026 di Tigaraksa Tangerang

Pedagang Daging Sapi Ikut Terdampak

Esther menilai kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang daging sapi di pasar tradisional. Permintaan yang menurun membuat pedagang kesulitan menjaga margin keuntungan.

Menurut dia, banyak pedagang tidak berani menaikkan harga jual setinggi kenaikan harga dari tingkat jagal maupun peternak karena khawatir pembeli semakin berkurang.

Situasi ini dinilai dapat mempengaruhi penjualan hewan kurban menjelang Iduladha, terutama apabila harga sapi terus mengalami kenaikan sementara daya beli masyarakat belum pulih.

“Akibatnya pedagang mengalami penurunan pendapatan karena margin keuntungan menipis,” kata Esther.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 900 Hewan Kurban, Pastikan Iduladha di Jakarta Tertib dan Ramah Lingkungan

Ekonom Sarankan Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar

Untuk mengatasi kenaikan harga daging sapi dan menjaga daya beli masyarakat, Esther meminta pemerintah segera melakukan intervensi pasar.

Salah satu langkah yang dinilai paling cepat adalah memperkuat operasi pasar melalui Perum Bulog dengan menambah pasokan daging di tingkat pengecer.

“Operasi pasar penting untuk menjaga pasokan tetap tersedia sehingga harga tidak melonjak terlalu tinggi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah diminta tidak hanya bergantung pada impor sapi dari Australia dan Brasil. Diversifikasi negara impor dinilai penting untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif sekaligus menjaga keamanan pasokan.

Baca Juga: Warga Habiskan Waktu Libur Iduladha di Masjid Raya Al-A’Zhom Tangerang

Esther menyarankan pemerintah mulai menjajaki impor sapi dari negara alternatif seperti Meksiko.

Di sisi lain, Esther menegaskan solusi jangka panjang tetap harus difokuskan pada penguatan produksi sapi dalam negeri. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah melindungi sapi betina produktif agar tidak dipotong.

“Populasi sapi harus dijaga. Pemerintah daerah perlu didukung anggaran untuk membeli dan merawat sapi betina produktif,” tuturnya.

Ia juga menilai penguatan Rumah Potong Hewan (RPH) perlu dilakukan untuk memperpendek rantai distribusi yang selama ini membuat harga daging di tingkat konsumen semakin mahal.

Baca Juga: Hari Raya Iduladha 1446H, TelkomGroup Salurkan 946 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Selain itu, pengembangan kawasan sentra peternakan sapi potong unggulan juga dinilai penting guna meningkatkan produksi daging nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Program Sapi Indukan Wajib Bunting atau SIWAB juga diminta terus dilanjutkan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau nasional.

Pemerintah Diminta Benahi Distribusi dan Tata Niaga

Dalam aspek distribusi, Esther meminta pemerintah memperbaiki tata niaga antar daerah agar distribusi daging lebih merata dan harga lebih stabil.

Penyediaan pakan berkualitas juga perlu diperkuat melalui pengembangan hijauan pakan ternak di kawasan integrasi peternakan.

Selain itu, regulasi ekspor dan impor dinilai harus dilakukan tepat waktu serta disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar tidak memicu kelangkaan maupun lonjakan harga.

“Kalau langkah-langkah ini dilakukan secara konsisten, harga daging sapi bisa lebih stabil dan masyarakat tidak terus terbebani,” kata Esther.

Tags:
DKI Jakarta kenaikan harga daging sapi Iduladha 2026penjualan daging sapipenjualan hewan kurban

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor