POSKOTA.CO.ID - Film dokumenter Pesta Babi tengah menjadi perhatian publik di media sosial setelah muncul kabar seorang jurnalis menerima ancaman dari Orang Tak Dikenal (OTK).
Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan ajakan nonton bareng film dokumenter tersebut.
Dilansir dari akun X (Twitter) @txtfromtiktokkk pada 17 Mei 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa jurnalis terkait mendapat ancaman penyiraman air keras melalui pesan WhatsApp.
“Guys please kawal, jurnalis ini dapat sebuah ancaman akan disiram air keras,” tulis akun tersebut.
Tak hanya itu, pesan ancaman juga disebut menyinggung nama Andre Yunus, sehingga memicu kekhawatiran publik terhadap keselamatan jurnalis tersebut.
Baca Juga: Dugaan Perselingkuhan Lewat ChatGPT Viral, Ini Cara Kerjanya
Apa Itu Film Dokumenter Pesta Babi?

Pesta Babi merupakan film dokumenter investigasi karya Dandhy Dwi Laksono bersama Cypri Paju Dale. Film ini mengangkat isu deforestasi dan konflik agraria yang terjadi di wilayah selatan Papua.
Dalam dokumenter tersebut diperlihatkan bagaimana wilayah adat masyarakat Papua menghadapi ancaman akibat ekspansi proyek-proyek besar berskala nasional.
Beberapa proyek yang disorot antara lain berkaitan dengan program ketahanan pangan dan transisi energi.
Film ini juga menampilkan perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan tanah leluhur mereka dari dugaan perampasan ruang hidup oleh korporasi maupun negara.
Baca Juga: Pelapor Mafia Tanah jadi Tersangka, Pengacara Surati Kapolri-DPR
Simbol Perlawanan Masyarakat Adat Papua
Salah satu adegan yang menjadi perhatian publik dalam film Pesta Babi adalah aksi penanaman sekitar 1.800 salib merah di kawasan hutan adat.
Aksi tersebut disebut sebagai simbol penolakan terhadap ekspansi proyek yang dianggap mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat.
Melalui pendekatan investigatif, dokumenter ini mencoba memperlihatkan dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat setempat akibat pembangunan berskala besar di Papua.
Picu Kontroversi dan Pembubaran Nobar
Sejak dirilis, film dokumenter Pesta Babi menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Sejumlah agenda nonton bareng atau nobar film tersebut dilaporkan mengalami pembubaran oleh aparat di beberapa daerah.
Baca Juga: Fakta Thoriqoh yang Dipakai Kyai Ashari untuk Yakinkan Santriwati
Situasi itu membuat film ini semakin ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah muncul kabar ancaman terhadap jurnalis yang mengajak publik mengikuti acara nobar.
Hingga kini, Pesta Babi masih menjadi salah satu film dokumenter yang paling banyak dibahas karena mengangkat isu sensitif terkait lingkungan, masyarakat adat, dan proyek strategis nasional di Papua.